KEBERADAAN ruang terbuka hijau (RTH) seperti Hutan Kota Pulorejo menjadi daya tarik tersendiri saat suhu udara meningkat. Pepohonan yang cukup rimbun membuat kawasan tersebut terasa lebih sejuk dibandingkan ruang terbuka yang minim vegetasi.
Namun, di balik ramainya warga menikmati suasana hutan kota, ancaman kemarau juga mulai terlihat. Saat Jawa Pos Radar Mojokerto berkunjung, terdapat sejumlah titik api di sisi selatan kawasan hutan kota. Api terlihat merambat dan membakar tumpukan daun-daun kering yang berada di antara pepohonan.
Belum diketahui pasti penyebab munculnya titik api tersebut. Hingga kemarin (4/9) sore, belum terlihat adanya penanganan dari pihak terkait. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri. Sebab, tumpukan daun kering dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau berpotensi membuat api cepat merambat, terlebih jika kondisi angin cukup kencang.
Di satu sisi, Hutan Kota Pulorejo menjadi ruang rekreasi alternatif bagi warga. Namun di sisi lain, kawasan hijau tersebut membutuhkan perhatian dan pengawasan ekstra agar tetap aman dan nyaman dinikmati masyarakat, terutama saat puncak musim kemarau.
Amel, warga Jombang, sengaja datang bersama keluarganya. Baginya, Hutan Kota Pulorejo menjadi pilihan wisata alternatif yang murah meriah karena pengunjung bisa bermain sekaligus menikmati suasana hijau tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. ’’Tempatnya di sini enak, teduh. Ada banyak wahana mainan gratis dan taman baca. Kita bisa bermain sambil ngadem di tengah cuaca kemarau yang terik ini,’’ kata Amel. (fan/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto