Tiga Kali Gagal Berangkat ke Tanah Suci
KOTA – Belasan calon jemaah umrah geruduk kantor travel umrah dan haji khusus, PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup), di Jalan PB. Sudirman, Kota Mojokerto, Kamis (3/9). Mereka meminta pertangggungjawaban pihak travel setelah tiga kali mengalami gagal berangkat ke Tanah Suci. Sebagian besar calon jemaah umrah juga mengancam meminta refund hingga melaporkan pihak travel ke polisi jika tak kunjung diberangkatkan. Kedatangan para calon jemaah umrah sempat dimediasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Mojokerto.
Novi Atriani, 25, salah satu calon jemaah umrah mengaku keberangkatannya sudah tiga kali tertunda. Semula, keberangkatan dijadwalkan pada 30 Agustus lalu. Namun, beberapa jam sebelum bertolak ke Bandar Internasional Juanda, Surabaya.
Kemudian dijanjikan lagi berangkat pada 1 dan 2 September. Akan tetapi kedua jadwal tersebut tak kunjung ada kejelasan. Hingga pihak travel kembali memberikan jadwal pada 5 September besok. ’’Kami ingin kepastian, apakah benar ada tiket untuk tanggal 5 (September),’’ ujar Warga Perumahan Taman Majapahit Firdaus Regency, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ini.
Sebelumnya, Novi memilih paket umrah milad senilai total Rp 36,8 juta yang menawarkan perjalanan umrah selama 12 hari, dengan 4 hari di Madinah dan 4 hari di Makkah. Nilai tersebut terdiri dari paket umrah reguler Rp 33,8 juta ditambah biaya avtur sebesar Rp 3 juta. Dirinya dijanjikan berangkat pada Minggu (30/8) dini hari lalu bersama 360 calon jemaah umrah dari daerah lain.
Selama persiapan, Novi mengaku cukup dilayani sehingga ia percaya dan membayar biaya dengan tiga termin. Masing-masing pada tanggal 17 Mei Rp 15 juta, Rp 18,8 juta di tanggal 27 Juni, dan Rp 3 juta saat manasik kedua beberapa waktu lalu. ’’Biaya avtur katanya ada kenaikan dan kami diminta membayar tambahan Rp 3 juta dan sudah kami bayarkan,’’ ujarnya.
Namun, dua jam sebelum menuju bandara, ia kembali diberitahu pihak travel jika keberangkatan tertunda karena tiket pesawat tidak tersedia. Bahkan, wanita 25 tahun ini sampai sekarang belum menerima tiket pesawat pulang-pergi (PP) ke Tanah Suci. Karena tak kunjung mendapat kepastian, ia pun memilih meminta pengembalian dana kepada pihak travel saat mediasi kemarin. ’’Awalnya banyak yang rekomendasi kalau travel ini bagus. Karena saya berpikir kalau awalnya tidak jelas, jadi lebih baik refund dan lebih baik kehilangan uang,’’ tandasnya.
Tidak hanya itu, Novi juga meminta proses pengembalian dilakukan paling lambat tujuh hari. Jika permintaannya tidak dipenuhi, ia berencana menempuh jalur hukum. ’’Travel menjanjikan proses refund tujuh hari. Kalau lebih dari tujuh hari tidak ada pengembalian, saya akan melaporkan ke polres bersama pengacara,’’ tegasnya.
Meski ada yang meminta refund, namun beberapa calon jemaah justru memilih menunggu dan berharap dapat berangkat pada waktu yang dijanjikan, yakni Sabtu (5/9) besok. Hanya saja, harapan tersebut juga dipertebal dengan perjanjian bersama pihak travel yang menerangkan akan pengembalian dana jika keberangkatan di 5 September nanti kembali gagal. ’’Saya masih ingin berangkat ke Makkah, tapi kalau tanggal 5 September kembali tidak jadi berangkat, saya memilih mundur,” kata Novia setiawati. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto