PACET - Personel gabungan dari relawan hingga pemadam kebakaran (damkar) digembleng teknik penyelamatan di medan terjal, Rabu (2/9). Pelatihan vertical rescue digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto di Air Terjun Coban Cowang, Desa Padusan, Kecamatan Pacet.
Pelatihan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto M. Rizal Octavian dan diikuti puluhan personel dari unsur damkar serta relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto.
Wabup mengatakan, kegiatan itu digelar untuk meningkatan kapasitas personel dalam menghadapi potensi bencana dan kondisi kedaruratan, terutama membekali keterampilan vertical rescue. ’’Keahlian khusus seperti vertical rescue bukan sekadar pelengkap pilihan, tetapi sebuah kebutuhan mutlak dan standar wajib yang harus dipenuhi,’’ ujarnya, kemarin (2/9).
Terlebih, kondisi geografis Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan dataran tinggi dan pegunungan. Antara lain di wilayah Kecamatan Pacet, Trawas, Ngoro, dan Gondang. Sehingga, papar Rizal, kemampuan penyelamatan di medan vertikal harus dimiliki oleh personel BPBD serta relawan.
Di samping itu, pelatihan juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan tim penyelamat. ’’Kami tidak berharap musibah terjadi, namun kesiapan tim penyelamat harus menjadi jaminan utama,’’ tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rizal juga menjajal langsung teknik vertical rescue dengan menuruni tebing terjal di kawasan Air Terjun Coban Cowang. Aktivitas itu sekaligus menjadi bagian dari peninjauan potensi wisata canyoneering di Kabupaten Mojokerto.
Rizal memastikan Pemkab Mojokerto mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus pemenuhan sarana dan prasarana keselamatan. Mengingat, evakuasi menggunakan teknik vertical rescue tak sekadar membutuhkan ketelitian dan ketahanan fisik, tetapi juga perlu penguasaan peralatan. ’’Personel yang hebat harus ditunjang juga dengan peralatan operasional yang memadai dan aman,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirim menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan fisik dan peningkatan kemampuan personel dalam melakukan penyelamatan di medan vertikal.
Selain untuk mendukung keamanan di objek wisata alam di Mojokerto, kesiapan vertical rescue juga dilakukan mengantisipasi kejadian darurat di jalur pendakian. ’’Di Mojokerto ada lebih 12 summit yang setiap pekan dikunjungi oleh berbagai wisatawan. Sehingga kami perlu meningkatkan kompetensi vertical rescue,’’ tandas Rinaldi.
Dikatakannya, pelatihan penyelamatan vertikal sekaligus menjadi bagian dari mitigasi keselamatan di area wisata canyoneering. Termasuk juga menguji kemampuan dan kesiapan para personel. ’’Harapan kami apabila terjadi kedaruratan di lokasi yang membutuhkan penyelamatan vertical rescue, semua personel dipastikan sudah siap,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto