KUTOREJO - Kecelakaan tunggal melibatkan truk tronton terjadi di Jalan Raya Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (27/8). Diduga rem blong, truk yang bermuatan bahan baku karton mendadak berjalan mundur saat di tanjakan hingga menerabas teras rumah warga dan tergelincir ke sungai.
Kecelakaan yang dialami truk tronton bernopol N 9155 US ini terjadi sekitar pukul 08.20 WIB kemarin. Insiden berawal saat kendaraan berjalan dari arah Mojosari menuju Pacet. Sesampainya di Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, truk tronton yang awalnya berhenti, tiba-tiba melaju berbalik arah. ’’Truknya mundur, katanya gara-gara remnya ngeblong,’’ terang Suyatin, warga setempat.
Menurutnya, kendaraan melaju mundur tanpa kendali. Sebab, sang sopir diketahui telah keluar dari ruang kemudi. Akibatnya, truk tronton menerabas kanopi rumahnya dan baru terhenti setelah terjungkal ke dasar sungai. Beruntung, insiden tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. ’’Jadi pas mundur itu tidak ada sopirnya. Setelah menabrak teras, truknya masuk ke kali,’’ paparnya.
Jito, sopir truk tronton mengaku kendaraan yang dikemudikannya mengalami kendala teknis. Dia menyebut, kendaraannya tiba-tiba kehilangan tenaga saat melewati jalan menanjak. ’’Saat sedang berjalan, terdengar suara ledakan angin,’’ terangnya ditemui di lokasi, kemarin.
Jito kemudian turun dari kendaraan untuk mengecek kondisi kerusakan. Namun, truk bermuatan sekitar 20 ton bahan baku karton tersebut mendadak berjalan mundur. Meski sudah berupaya menghambat dengan mengganjal ban, namun truk tronton ini tetap tidak berhenti.
Hingga akhirnya, kendaraan tanpa pengemudi ini menerabas kanopi rumah warga dan terjungkal ke dasar sungai. ’’Sudah saya hand rem penuh, cuma tetap mblender (mundur, Red),’’ ujar warga asal Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini.
Sedianya, belasan gelondongan bahan karton tersebut hendak dikirim dari Ngoro menuju ke Dlanggu. Kecelakaan tunggal tersebut kini telah ditangani oleh petugas kepolisian dan tengah dilakukan proses evakuasi. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto