Namun, belum diketahui pasti penyebab peristiwa kebakaran ini. Suwarno, warga sekitar menuturkan, api diketahui sudah membesar sejak pukul 14.00 WIB. ”Api muncul memang dari pinggir jalan dan merembet ke hutan,” ungkapnya.
Saat Jawa Pos Radar Mojokerto berada di lokasi, belum tampak petugas yang berupaya memadamkam api. Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin sebelumnya menyatakan, memasuki puncak musim kemarau, kejadian kebakaran lahan di Mojokerto cenderung meningkat.
Kondisi cuaca ekstrem disertai angin kencang membuat lahan dan kawasan hutan lebih mudah terbakar. Mantan kepada dinas PUPR tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Termasuk membakar sampah atau ranting kering dan membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. BPBD, lanjut dia, juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Perhutani dan relawan, untuk meningkatkan pemantauan terhadap kawasan hutan yang rawan terbakar. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto