Tim Gabungan Lakukan Pemadaman Manual selama Tujuh Jam
KABUPATEN - Kebakaran kembali melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, tepatnya Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Mojokerto Barat, Kamis (20/8) sore. Meski kobaran api berhasil dipadamkan, namun amukan si jago merah menghanguskan 2,5 hektare vegetasi hutan di Pegunungan Anjasmoro.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui pada Kamis (20/8) sekitar pukul 15.00. Tim gabungan langsung dikerahkan menuju ke lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman. ’’Yang terbakar vegetasi hutan,’’ ungkapnya, kemarin (21/8).
Menurutnya, titik api ditemukan di RKW 06 kawasan Tahura R. Soerjo. Tepatnya, di Blok Sawahan, Pegunungan Anjasmoro yang masuk wilayah Desa Ngembat, Kecamatan Gondang. Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Tahura R. Soerjo, BPBD Kabupaten Mojokerto, TNI-Polri, pemdes, serta relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Karena lokasi berada di luar jangkauan damkar, pemadaman dilakukan secara manual.
Beruntung kobaran api tidak sampai meluas di kawasan Tahura R. Soerjo. Khakim menyebut, kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sekitar pukul 22.00 WIB atau tujuh jam sejak laporan diterima. ’’Kini sudah tidak terlihat lagi titik api,’’ paparnya.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, kata Khakim, hingga saat ini masih belum diketahui pemicunya. Namun, dia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Hanya saja, hamparan vegetasi hutan di lereng Gunung Anjasmoro ini hangus usai dilalap api. ’’Luas area yang terdampak akibat kebakaran mencapai kurang lebih 2,5 hektare vegetasi hutan,’’ pungkas Khakim.
Sebelumnya, kebakaran juga sempat melanda kawasan Tahura R. Soerjo, pada 14-20 Juli 2026 lalu. Titik api muncul di kawasan RKW 06 Mojokerto Barat, tepatnya di lereng Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro, Desa Gumeng dan Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Kobaran api yang membara selama empat hari tersebut tercatat menghanguskan total 99,5 hektare lahan hutan. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto