Tiga Teknisi Alami Luka Bakar, Dua Relawan Dipulangkan

Indah Oceananda • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:22 WIB

 

DALAM PEMULIHAN: Kondisi Robiatul Adawiyah (kanan) saat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, Kamis (13/8) malam. (Indah JPRM)
DALAM PEMULIHAN: Kondisi Robiatul Adawiyah (kanan) saat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, Kamis (13/8) malam. (Indah JPRM)

SEMENTARA itu, buntut dari peristiwa ledakan SPPG Medali mengakibatkan lima orang menjadi korban. Hingga kemarin (14/8) tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif, bahkan harus dirujuk ke rumah sakit tipe A akibat mengalami luka bakar hingga 90 persen. 

Wadir Pelayanan Medik (Yanmed) RS Gatoel Mojokerto dr Renny Padma menerangkan, sejak Kamis (13/8) malam, setidaknya ada dua korban ledakan SPPG yang mendapat perawatan intensif. 

Masing-masing Edy Suyanto dan Kwin Lan. Namun, kemarin (14/8) pagi, Edy Suyanto terpaksa harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya lantaran luka bakar yang dialaminya tergolong cukup parah. 

’’Karena luka bakar yang dialami 90 persen pada bagian tubuhnya, sehingga perlu penanganan medis yang cukup serius. Akhirnya kita rujuk ke RSUD Soetomo tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 08.30,’’ jelasnya. 

Sedangkan Kwin Lan, teknisi yang turut menjadi korban ledakan dan kobaran api itu telah menjalani operasi bedah plastik di RS Gatoel Mojokerto. Di mana sekitar 45 persen tubuhnya diketahui mengalami luka bakar. ’’Sudah dioperasi, sekarang ditempatkan di ruang isolasi. Lukanya hampir merata di seluruh tubuh,’’ papar dia. 

Korban lainnya yang juga mengalami luka bakar serius adalah Piter Nando. Sopir teknisi itu sempat menjalani perawatan insentif di RSI Sakinah sejak Kamis (13/8) malam. Namun, kemarin (14/8) pada pukul 11.00, ia kemudian dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung. 

’’Alhamdulillah sudah dapat rujukan RS tipe A. Karena luka bakarnya mencapai 60 persen, jadi harus mendapat perawatan lanjutan,’’ tambah Wadir Pelayanan Medik RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam. 

Terpisah, Plt Kepala Puskesmas Puri dr Nurul Maslikhanah menambahkan, selain tiga teknisi, juga terdapat dua karyawan SPPG juga menjadi korban ledakan. Mereka adalah Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah, warga Desa Medali. 

Keduanya sempat menjalani perawatan di RSI Sakinah Mojokerto. Namun, setelah kondisinya berangsur membaik, mereka diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. 

Kedua relawan SPPG ini masing-masing mengalami luka ringan di bagian kepala dan tangan akibat tertimpa reruntuhan bangunan SPPG yang ambruk. ”Yang rawat jalan, teman-teman (nakes Puskesmas Puri) tetap akan kunjungan ke rumahnya untuk memantau kondisinya,” kata Nurul. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
sppg meledak dapur mbg meledak teknisi luka bakar relawan sppg Sppg mojokerto