KABUPATEN - Sumbatan pada saluran gas elpiji diduga menjadi pemicu ledakan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri. Peristiwa nahas itu terjadi saat dua teknisi tengah melakukan perbaikan pada Kamis (13/8) malam. Insiden tersebut mengakibat lima orang mengalami luka-luka dan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara.
Kepala SPPG Medali Geroldy Larung Kondo membenarkan bahwa terdapat tiga teknisi yang sedang melakukan perbaikan gas elpiji di area dapur saat ledakan terjadi. Itu setelah sebelumnya ditemukan masalah pada sumbatan saluran gas.
Para teknisi tersebut kemudian datang kembali untuk melakukan perbaikan. ”Iya memang ada perbaikan tabung gas. Aslinya tidak rusak, tapi Kamis (13/8) malam datang lagi untuk membetulkan. Ada sumbatan di gas,” katanya, Jumat (14/8).
Kendati demikian, Geroldy mengaku belum dapat memastikan penyebab ledakan. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Salah satu di antaranya dengan mengecek sebelum dan saat peristiwa terjadi melalui CCTV (closed circuit television) SPPG.
”Untuk kejadiannya biar pihak berwenang yang menginvestigasi. Ada CCTV, nanti bisa diperiksa,” imbuhnya. Ia menambahkan, penghentian operasional ini diberlakukan hingga kondisi SPPG benar-benar dinyatakan aman dan pulih kembali. Baik dari kondisi para relawan maupun perbaikan bangunan SPPG mengalami kerusakan akibat ledakan.
Di sisi lain, SPPG juga berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan makanan bagi para penerima manfaat program MBG yang jumlahnya mencapai 3.700 porsi per hari tetap terpenuhi.
”Operasional SPPG sementara dihentikan. Sampai batasnya belum tahu sampai kapan. Ini saya mau koordinasi untuk penerima manfaatnya, SPPG mana yang akan meng-cover dulu,” tandasnya.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Mojokerto Faulina Nur Fadhilah juga irit bicara. Ketika dimintai keterangan terkait operasional SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group ke depan, ia menyatakan kewenangan berada di tangan pimpinan.
Faulina hanya menyebut pihaknya masih menunggu arahan pimpinan guna menentukan langkah berikutnya, termasuk terkait operasional SPPG. ”Pimpinan nanti yang bisa menjawab,” lontarnya singkat. Belakangan diketahui, SPPG Medali ini milik Erista Widya Kristanti warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Sebelumnya, ledakan terjadi di SPPG Medali pada Kamis (13/8) malam. Ledakan yang diduga berasal dari tabung gas tersebut memicu kebakaran di bagian dapur hingga mengakibatkan bangunan ambruk dan lima orang mengalami luka-luka. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto