Tiga Teknisi dan Dua Relawan Terluka
PURI - Suasana malam di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berubah mencekam, Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan keras disertai kobaran api melanda Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga menyebabkan bangunan rusak dan lima orang terluka.
Satpam SPPG Medali Bagiyanto menggambarkan kemelut saat terjadinya ledakan hebat di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Satu dentuman keras langsung memporak-porandakan bangunan serta mencelakai beberapa orang di dalamnya. ’’Meledaknya cuma satu kali, ledakannya kayak barang jatuh. Duarr,’’ ungkapnya di lokasi kejadian, Kamis (13/8).
Pasca meledak, SPPG yang dinaungi Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group ini juga sempat terbakar. Kuatnya ledakan juga mengakibatkan bagian atap bangunan ambruk dan merusak sejumlah ruangan. ’’Yang ambruk di ruang pemorsian, omprengan, ruang rapat, dan kantor,’’ bebernya.
Bagiyanto menyebut, sumber ledakan disertai api diduga berasal dari kebocoran tabung gas yang sedang dilakukan perbaikan. Saat itu, terdapat tiga orang teknisi yang sedang melakukan servis. ’’Sebelum ledakan itu ada suara ngewes dulu, lumayan besar, terus meledak,’’ papar dia pria 62 tahun ini.
Nahas, ketiga teknisi gas turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka mengalami luka bakar serius dan langsung dievakuasi oleh petugas PMI Kabupaten Mojokerto ke rumah sakit terdekat.
Saat ledakan, sebanyak 9 karyawan atau relawan SPPG juga tengah berada di ruang persiapan. Mereka langsung berhamburan untuk meminta pertolongan. ’’Langsung keluar semua,’’ ungkap salah satu relawan SPPG Aqda Marselino.
Bahkan, dua di antaranya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sedangkan 7 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dari dalam gedung SPPG. ’’Saat itu sedang proses memilah sayur dan memotong bahan baku masakan menu hot dog. Pas meledak, langsung keluar semua,’’ tandasnya.
Senada, Marselino juga menyebut insiden ledakan terjadi saat proses perbaikan gas. Tabung gas berukuran jumbo diduga mengalami kebocoran dan akhirnya meledak. ’’Gasnya kayak jooss (bocor) terus bloom (meledak),’’ paparnya.
Peristiwa ledakan di SPPG Medali ini telah ditangani oleh Polres Mojokerto. Untuk kepentingan penyelidikan, dapur MBG yang berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri ini telah disterilisasi dan dipasang police line sejak Kamis (13/8) malam.
Polisi Terjunkan Tim, Selidiki Penyebab Ledakan
SEMENTARA itu, Polres Mojokerto langsung melakukan penyelidikan terhadap insiden ledakan di SPPG Medali, Kamis (13/8) malam. Polisi mengerahkan tim identifikasi untuk mengungkap penyebab ledakan.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ledakan di SPPG yang berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri. Namun, peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang terluka.
’’Sejauh ini tidak ada korban jiwa, bisa kami pastikan hanya ada korban luka dari lima orang yang ada di lokasi. Tiga luka bakar dan dua kena reruntuhan (material bangunan),’’ tandasnya, kemarin (14/8). Kelima korban luka, ungkap dia, seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Sejurus dengan itu, sebut dia, Polres Mojokerto telah mengambil langkah untuk melakukan proses penyelidikan guna mengungkap fakta terkait penyebab ledakan di SPPG. ’’Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki menggunakan pendekatan scientific identification. Kita tunggu nanti dari tim seperti apa hasilnya dan penyebabnya,’’ tandasnya.
Kapolres juga tak menampik terkait dugaan pemicu ledakan yang disertai kobaran api tersebut bersumber dari permasalahan gas. Karena pada saat insiden terjadi, di dalam SPPG tengah dilakukan perbaikan jaringan gas.
’’Dalam proses (perbaikan) inilah yang kemudian terdengar suara semacam gas keluar, tidak lama kemudian terjadi ledakan. Namun, detailnya kita akan tunggu nanti seperti apa progresnya,’’ paparnya.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, sebut Andi, gas yang berada di dapur MBG dipastikan bukan LPG nonsubsidi 12 kilogram (kg). Namun, gas di SPPG tersebut dikemas dalam tabung khusus yang berukuran lebih besar. ’’Bukan (LPG 12 kg), jadi bentuknya memang berbeda. Kalau untuk standar masak dalam porsi yang besar memang ada bentuk struktur yang sudah disesuaikan,’’ tandasnya.
Kapolres menyatakan, tabung dan jaringan gas dibuat secara khusus dengan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterapkan di SPPG. ’’Jadi digunakan secara khusus, bahkan peralatan sendiri juga memenuhi standar tertentu semacam SNI yang menaungi. Baik dari media gasnya, saluran perpipaan, model alat masak yang digunakan,’’ ujarnya.
Terkait kepastian penyebab ledakan, Polres Mojokerto akan kembali menyampaikan hasilnya setelah proses penyelidikan tuntas. Saat ini, gedung SPPG Mojokerto Medali telah dipasang garis polisi untuk kebutuhan tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto