PURI - Insiden ledakan berujung kebakaran yang melanda gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri berdampak pada penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan warga penerima manfaat. Jumat (14/8) pagi, operasional MBG dihentikan sementara.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kondisi bangunan SPPG Mojokerto Puri Medali tampak rusak parah. Bagian atap di sisi kanan bangunan ambruk dan genteng berhamburan. Dinding luar bercat putih biru masih berdiri, namun sejumlah papan dan material bangunan berserakan di halaman depan.
Garis polisi kuning masih terpasang melintang di pagar depan gedung. Papan nama "Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali" milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group masih terpasang di dinding. Namun sebagian papan informasi di tiang tampak miring dan terlepas. Beberapa peralatan dapur seperti keranjang plastik kuning dan wadah stainless juga terlihat berserakan di depan gedung.
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Puri Medali Geroldy Larung Kondo menegaskan, usai kejadian kebakaran tersebut penyaluran MBG untuk sementara waktu dihentikan. "Tidak operasional," ujarnya singkat.
Sementara, dua dari lima korban yang merupakan karyawan SPPG tersebut dikabarkan menjalani rawat jalan. Di antaranya Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah. "Kemarin (13/8) malam sempat dibawa ke Puskesmas Puri, tapi untuk rawat jalan saja. Ada yang mengalami luka bakar di punggung dan sedikit memar di kepala," ungkap Plt Kepala Puskesmas Puri dr Nurul Maslikhanah.
Namun, kedua korban tersebut dinyatakan sudah pulang. Nurul menyatakan, dua karyawan SPPG tersebut dirawat jalan. "Tidak sampai rawat inap," imbuhnya.
Satu korban dirawat di RSI Sakinah. Yakni Piter Nando mengalami luka bakar 60 persen. "Pagi ini rencana mau dirujuk ke RS Tipe A, tapi masih proses," beber Wadir Pelayanan Medik RSI Sakinah dr Roisul Umam.
Dua korban lainnya, Edy Suyanto dan Quinlan yang merupakan teknisi diinformasikan menjalani perawatan di RS Gatoel. Wadir Pelayanan Medik RS Gatoel dr Renny Padma menyatakan, korban Edy Suyanto dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya lantaran kondisinya terbilang parah. "Luka bakar 90 persen, sehingga untuk mengalami pemulihan terpaksa harus dibawa ke RSUD Soetomo. Kita rujuk pukul 08.30 tadi, kondisi pasien masih sadar dan respons," ulas dia.
Sedangkan kondisi korban Quinlan yang mengalami luka bakar 40 persen, saat ini masih menjalani perawatan di RS Gatoel. Renny menuturkan, kondisi luka bakarnya hampir merata di seluruh tubuh. "Dijadwalkan akan menjalani operasi penanganan luka bakar hari ini di bedah plastik," tandasnya.
Sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto meledak pada Kamis (13/8) malam. Lima orang mengalami luka-luka.
Lima korban tersebut di antaranya mengalami luka bakar dan tertimpa reruntuhan bangunan SPPG.
Oleh tim relawan dan PMI Kabupaten Mojokerto para korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sakinah (RSI) Mojokerto dan RS Gatoel Mojokerto dan Puskesmas Puri.
Dentuman ledakan gas ini lantas menyulut kobaran api. Selain menyambar bangunan SPPG, tiga teknisi gas yang sedang melakukan perbaikan turut menjadi korban. "Setelah ledakan kondisinya gelap semua," imbuh Bagiyanto yang saat itu berada di ruang keamanan.
Ia menegaskan, tiga korban yang mengalami luka bakar tersebut masing-masing satu orang teknisi dan dua pembantu teknisi gas. "Kondisi tiga orang itu ya 80 persen terbakar semua (alami luka bakar). Tapi, yang paling parah itu ya Pak Edi," imbuhnya. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto