Gas Meledak, SPPG di Mojokerto Terbakar dan Ambruk, Lima Orang Alami Luka-Luka

Moch. Chariris • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:33 WIB
AMBRUK: Warga melihat kondisi SPPG Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang meledak dan terbakar, Kamis (13/8) malam.
AMBRUK: Warga melihat kondisi SPPG Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang meledak dan terbakar, Kamis (13/8) malam.

MOJOKERTO - Satuan Palayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto meledak pada Kamis (13/8) malam. Lima orang mengalami luka-luka.

Lima korban tersebut di antaranya mengalami luka bakar dan tertimpa reruntuhan bangunan SPPG. 

Oleh tim relawan dan PMI Kabupaten Mojokerto para korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sakinah (RSI) Mojokerto dan RS Gatoel Mojokerto. 

Dari keterangan saksi di lokasi, ledakan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB diduga bersumber dari tabung gas dalam gedung SPPG mengalami kebocoran.

Tepatnya saat dalam proses perbaikan oleh tiga orang teknisi.

“Ledakannya seperti barang jatuh, duaarr, gitu,” ungkap Satpam SPPG Medali 1 Bagiyanto di lokasi.

Dentuman ledakan gas ini lantas menyulut kobaran api. Selain menyambar bangunan SPPG, tiga teknisi gas yang sedang melakukan perbaikan turut menjadi korban.

“Setelah ledakan kondisinya gelap semua,” imbuh Bagiyanto yang saat itu berada di ruang keamanan.

Ia menegaskan, tiga korban yang mengalami luka bakar tersebut masing-masing satu orang teknisi dan dua pembantu teknisi gas.

“Kondisi tiga orang itu ya 80 persen terbakar semua (alami luka bakar). Tapi, yang paling parah itu ya Pak Edi,” imbuhnya.

Belakangan diketahui, Edi merupakan pemilik usaha gas sekaligus berperan sebagai teknisi. 

Sedangkan dua orang lainnya bertugas membantu proses perbaikan tabung gas yang mengalami kebocoran. 

"Saat itu memang pas waktu ngisi gas, terus diperbaiki. Mungkin saat diperbaiki lalu terjadi ledakan,” tambah pria 62 tahun ini.

Peristiwa ini juga mengakibatkan dua dari sembilan relawan SPPG yang sedang bekerja mengalami luka-luka.

Sembilan relawan ini terdiri dari satu laki-laki dan delapan perempuan. Mereka sedang menjalankan tugas mengupas sayuran dan menyiapkan bahan-bahan menu masakan hotdog.

Namun, tak berselang lama mereka mendengar suara ledakan dan melihat kobaran api. 

Ledakan tersebut sontak meruntuhkan bangunan SPPG dan menimpa dua orang relawan. Masing-masing dialami Nikmah dan Tia. 

“Waktu itu mereka sedang memilah selada. Pas gasnya meledak atap runtuh, lalu materialnya menimpa mereka,” papar Aqda Marselino, salah satu relawan SPPG.

Melihat kondisi atap bangunan runtuh dan terbakar tersebut, sembilan relawan ini seketika berhamburan untuk menyelamatkan diri. 

Selain khawatir bangunan kembali runtuh, kobaran api dari gas yang meledak juga terlihat makin membesar. 

“Setelah ledakan itu semua pada lari,” imbuhnya. 

Tak lama berselang beberapa unit Damkar dikerahkan ke lokasi. Sementara tim relawan dan warga tampak membantu proses evakuasi para korban ke rumah sakit. 

Hingga berita ini ditulis proses pembasahan oleh tim Damkar di lokasi masih berlangsung. 

Sementara petugas kepolisian dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto diterjunkan melokalisir dan mengamankan lokasi berikut melakukan penyelidikan. (ris)

Editor : Moch. Chariris
BGN Peristiwa Mbg SPPG