KOTA - Nasib nahas menimpa Ikrimatuz Zahronnisa Kusumo alias IZK. Nyawa Pramugari Trans Jatim Koridor VI Mojokerto-Sidoarjo ini melayang usai menjadi korban tabrak lari saat berangkat kerja menuju Terminal Kertajaya Mojokerto, Selasa (11/8) subuh.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 di Jalan Raya Bypass Gunung Gedangan, Kota Mojokerto. Mulanya, perempuan 20 tahun ini melaju mengendarai motor Honda Vario dibonceng pacarnya, MHA, dari arah Surabaya.
Setiba di lokasi, warga dan pengguna jalan lain mendapati keduanya telah tersungkur di atas aspal. ’’Tahu-tahu korban sudah tergeletak di tengah jalan. Yang laki-laki selamat tapi kondisinya masih syok,’’ ujar Tito, pengguna jalan di lokasi.
Warga yang mendapati Ikrimatuz dalam kondisi tewas akibat mengalami luka serius kemudian melapor ke pihak berwajib. Warga asal Desa Sedenganmijen, Krian, Sidoarjo, ini disebut menjadi korban tabrak lari lantaran kendaraan lawan langsung kabur usai kejadian. ’’Tadi sempat senggolan sama dump truck, kata pacarnya (MHA, Red) tadi gitu,’’ tandasnya.
Kepolisian di lokasi langsung melakukan penanganan dan olah TKP. Kedua korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk mendapat penanganan medis. Peristiwa ini dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Iptu Sujito.
Menurutnya, dari hasil penelusuran awal, motor korban ketika itu sedang hendak menyalip dump truck misterius di depannya yang akan parkir di kiri jalan. ’’MHA diduga kurang konsentrasi. Dia bisa menghindar sementara IZK tidak bisa, sehingga korban menghantam ekor truk,’’ bebernya.
Hingga kini, pihaknya tengah menyelidiki kejadian ini. Termasuk untuk mengungkap identitas truk misterius yang kabur usai terlibat kecelakaan. ’’Kedua korban, baik MHA dan IZK, ini merupakan karyawan Trans Jatim,’’ tandas Sujito. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto