Terjadi di Desa Tempuran, Kejagan, dan Terusan
KABUPATEN - Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dibuat sibuk dengan penanganan kebakaran, kemarin (2/8). Dalam sehari, petugas berjibaku menjinakkan si jago merah yang membara di tiga titik lokasi.
Komandan Pos 1 Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Soekamto menyebutkan, laporan kejadian kebakaran pertama terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko sekitar pukul 08.50 WIB. Petugas mengerahkan satu armada untuk memadamkan kobaran api yang membakar illalang di sebuah lahan milik warga.
”Total luas lahan yang terdampak kebakaran kurang lebih 2 hektare,” terangnya. Dengan dibantu satu unit damkar milik perusahaan swasta, api baru dapat dijinakkan setelah pemadaman dan pembasahan selama hampir dua jam. Berselang kemudian, damkar kembali mendapatkan laporan kebakaran. Kali ini terjadi di Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan sekitar pukul 13.40 WIB.
Soekamto menyatakan, BPBD mengerahkan dua unit armada menuju lokasi kebakaran. Selain berada di dekat permukiman, di tempat kejadian juga terdapat barang-barang yang mudah terbakar. ”Karena yang terbakar rongsokan,” ujarnya.
Besarnya jilatan api membuat kebakaran makin cepat menjalar. Dalam sekejap, area seluas kurang lebih 400 meter persegi ludes dilalap si jago merah.
Proses pemadaman turut melibatkan personel gabungan dari anggota TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.15 WIB.
Tak berhenti di situ, personel damkar harus kembali mengerahkan armada dan tim pemadam ke Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Pasalnya, pihaknya kembali menerima permintaan bantuan masyarakat untuk memadamkan kebakaran lahan sekitar pukul 15.50 WIB.
Dari rentetan kasus kebakaran di tiga lokasi tersebut, ditengarai cuaca panas dan kencangnya eembusan angin menjadi salah satu faktor meningkatnya intensitas kebakaran belakangan ini. Meski demikian, lanjut Soekamto, dugaan penyebab pemicu kobaran api masih belum diketahui pasti karena sedang ditangani pihak yang berwenang. ”Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto