KOTA - Kurun tiga hari terakhir, dua orang mengalami insiden tewas mendadak di wilayah Kota Mojokerto. Para korban diduga meninggal akibat riwayat penyakit yang diidapnya kambuh.
Peristiwa pertama dialami Mugiono, sopir asal Cilacap, Jawa Tengah. Ia ditemukan telungkup tak bernyawa di dalam kabin truk nopol Z 9041 HJ yang terparkir di tepi Bypass Gunung Gedangan, Sabtu (25/7) petang. Kejadian ini diketahui setelah Ari Suwondo, rekan korban, melacak kebaradaan Mugiono lewat GPS truk setelah korban tidak bisa dihubungi sejak dua hari sebelumnya.
Kepolisian tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, Mugiono tewas mendadak akibat sakit diabetes dan jantungnya kambuh. Peristiwa selanjutnya terjadi pada Senin (27/7) pagi. Kamad, 68, ditemukan terlentang tak bernyawa di musala Kranggan Gg. VI Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Lansia warga setempat itu sebelumnya menjujuk lokasi hendak memungut kayu sisa perbaikan musala. Korban kemudian mengaso hingga tertidur di sebelah ruang taman pendidikan Al-Quran (TPQ). Nahas, saat dibangunkan warga dan tukang bangunan Kamad sudah tak bernyawa. Diduga Kamad tewas akibat serangan jantung.
’’Dari dua kejaian tersebut, para korban memang punya riwayat sakit. Dari pemeriksaan (visum, red) luar juga tidak ditemukan tanda kekerasan,’’ ujar Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu Suhartanto, Selasa (28/7). (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto