Kepulan Asap di Pegunungan Anjasmoro Mojokerto Sudah Tak Terlihat

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 04:11 WIB
TERTANGANI: Kepulan asap dari kebakaran di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Kecamatan Gondang, terpantau dari Bukit Cendono, Kecamatan Pacet, Kamis (16/7). UPT Tahura Raden Soerjo menyatakan kebakaran telah padam sejak Sabtu (18/7). (dok JPRM)
TERTANGANI: Kepulan asap dari kebakaran di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Kecamatan Gondang, terpantau dari Bukit Cendono, Kecamatan Pacet, Kamis (16/7). UPT Tahura Raden Soerjo menyatakan kebakaran telah padam sejak Sabtu (18/7). (dok JPRM) 

Empat Hari Membara, Kebakaran Dinyatakan Padam

KABUPATEN - Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, akhirnya padam setelah empat hari membara. Kemarin (18/7), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyatakan kepulan asap dari kebakaran hutan sudah tidak terlihat.

’’Sementara ini sudah tidak terdeteksi, asap tidak terlihat,’’ kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo Ajat Sudrajat kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (18/7).

Menurutnya, dua titik panas yang sebelumnya masih menyala kini tak terdeteksi lagi. Berdasarkan pantauan tim dari Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, kepulan asap juga sudah tidak terlihat. ’’Semoga benar-benar padam,’’ imbuh pria yang bertugas sebagai person in charge (PIC) penanganan kebakaran hutan ini.

Kendati demikian, Ajat memastikan pemantauan dan pengawasan tetap dilakukan. Personel gabungan yang terdiri dari petugas Tahura, BPBD, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan sesantiasa bersiaga di Bukit Cendoro yang menjadi pos komando. Kawasan ini berada di seberang gugusan Anjasmoro. Petugas bersiaga untuk mengantisipasi apalagi kobaran api kembali menyala. ’’Kami tetap melakukan pemantauan untuk antisipasi,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan melanda wilayah Tahura Raden Soerjo di Pegunungan Anjasmoro sejak Selasa (14/7) malam. Petugas memantau sedikitnya lima titik hotspot. UPT menyebut sumber api berasal dari kawasan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 6 Mojokerto Barat yang masuk wilayah Desa Gumeng dan Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Setelah proses pemadaman, tiga titik panas akhirnya padam pada Jumat (17/7). (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pegunungan anjasmoro kebakaran hutan mojokerto kebakaran mojokerto karhutla mojokerto hutan terbakar