KOTA – Tanggul Sungai Sadar di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto dibiarkan ambrol sejak sebulan terakhir. Bahkan, penanganan darurat pun belum dilakukan. Kini, area tanggul yang ambrol hanya tertutup dengan puing tembok sisa longsoran sebelumnya. ”Masih sama seperti ini, belum ada progres penanganan,” kata Sulaiman, salah seorang warga di lokasi, kemarin (1/6).
Menurutnya, hanya bekas dinding tanggul yang kini menahan titik ambrol. Sebelumnya, tembok tersebut hancur setelah tanggul mengalami ambrol pada Senin (4/5) lalu. Hampir satu bulan berlalu, puing-puing tersebut masih berada di lokasi dan kini menutupi sebagian area tanggul yang rusak.
Di sisi lain, turap berupa gedek bambu dan karung pasir yang sebelumnya dipasang pemkot tak mampu menahan ambrolnya tanggul. Sarana darurat itu dipasang lantaran sebelumnya tanggul sudah mengalami retak. Kini, tanggul yang berada di aliran menikung itu akhirnya ambrol. ”Katanya ini bukan kewenangan pemerintah kota, tapi BBWS, jadi perbaikannya agak lama,” imbuh dia.
Ambrolnya tanggul sungai ini membahayakan akses jalan dan permukiman warga. Sebelumnya, area yang tergerus mencapai belasan meter dan merusak bangunan semi permanen di atasnya. Kini, titik kerusakan hanya berjarak sekitar dua meter dari badan jalan lingkungan. Warga pun berharap ada penanganan cepat, mengingat area longsor dapat meluas. ”Entah kewenangan siapa pun, kalau bisa ya cepat ditangani lah,” tandasnya.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail tak merespons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto apakah ada rencana penanganan secara darurat di tanggul Sungai Sadar Ngaglik. Terakhir, Basuki mengatakan telah melaporkan kondisi tersebut ke BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta I, dan Dinas PU SDA Provinsi Jatim. ”Semua tanggul yang rusak di Sungai Brangkal dan Sungai Sadar sudah kami laporkan agar segera ada penanganan dari siapa pun,” ucapnya, (28/4) lalu. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah