’’Situasi saat itu turun hujan deras,’’
Ipda Jinarwan
Kasihumas Polres Mojokerto Kota
- Dialami Operator Live Streaming Pengajian Umi Laila
- Diduga Imbas Instalasi Stop Kontak yang Terkena Hujan
GEDEG - Pengajian pendakwah Umi Laila di Desa/Kecamatan Gedeg, Jumat (22/5) malam berubah jadi duka. Primasta Firdausi Nuzula, 27, pemilik sekaligus operator live streaming dalam acara tersebut tewas usai tersengat listrik. Warga Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, itu diduga terkena aliran listrik dari stop kontak yang basah usai hujan deras.
Kasihumas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan menjelaskan, pengajian berlangsung di halaman Musala Darun Na’im, Dusun Gedeg Wetan, mulai pukul 19.00. Acara pengajian umum yang menghadirkan ustazah ternama, Umi Laila, itu digelar takmir musala dalam rangka halalbihalal sekaligus menyambut Hari Raya Iduladha. ’’Situasi saat itu turun hujan deras,’’ katanya, kemarin (23/5).
Kendati diguyur hujan deras, acara tetap berlangsung. Pengajian dibuka dengan penampilan salawat dengan iringan musik banjari di atas panggung. Namun, sekitar satu jam kemudian, terdengar suara teriakan meminta tolong dari arah depan samping kiri panggung. Saat itu, sekitar pukul 20.05, korban tersengat listrik. ’’Orang yang tersengat listrik tersebut diangkat oleh 4 orang untuk dibawa ke RSUD RA Basoeni, Gedeg, namun korban dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit,’’ tutur Jinarwan.
Selain Primasta, terdapat dua orang lain yang turut kesetrum. Keduanya adalah Sriati, 65, warga Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Sooko, dan M. Raffa Al Falaq, 25, warga Dusun Gedeg Wetan. Sriati kini menjalani rawat inap di RSUD RA Basoeni, sedangkan Raffa selamat.
Jinarwan menyatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban meninggal diduga tersengat arus listrik yang berasal dari stop kontak atau kabel. Instalasi video live streaming itu dalam kondisi basah akibat terkena hujan. Arus listrik dari komponen tersebut ditengarai merambat ke meja operator yang berada di dekat korban. ’’Dan disentuh korban,’’ ucapnya.
Polisi menyebut Primasta merupakan operator sekaligus pemilik jasa. Korban pula yang memasang stop kontak serta seluruh peralatannya. Usai kejadian tersebut, tim Inafis Polres Mojokerto Kota juga telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. ’’Hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban, orang tua korban menolak untuk pemeriksaan autopsi dalam dan telah mengikhlaskan kejadian tersebut,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah