JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu hari raya penting bagi umat Kristiani yang diperingati setiap 40 hari setelah Hari Paskah. Perayaan ini menjadi momen untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian.
Dalam ajaran Kristen, peristiwa Kenaikan Isa Almasih dipercaya terjadi di hadapan para murid-Nya sebelum akhirnya Yesus naik ke surga. Kisah tersebut tertulis dalam Alkitab dan menjadi bagian penting dalam keyakinan umat Kristiani di seluruh dunia.
Baca Juga: English on The Radar: Belajar Bahasa Inggris dari Lagu BTS “2.0”
Di Indonesia, Kenaikan Isa Almasih juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Pada momen ini, umat Kristiani biasanya mengikuti ibadah di gereja dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Selain menjadi perayaan keagamaan, Kenaikan Isa Almasih juga memiliki kaitan dengan perayaan Pentakosta yang diperingati 10 hari setelahnya. Dalam Kristen, Pentakosta dikenal sebagai peristiwa turunnya Roh Kudus kepada para rasul.
Bagi sebagian masyarakat, libur Kenaikan Isa Almasih juga sering dimanfaatkan untuk beristirahat, bepergian, atau berkumpul bersama keluarga. Karena berdekatan dengan akhir pekan, momen ini kerap menjadi waktu liburan singkat bagi banyak orang.
Di beberapa negara, perayaan Kenaikan Isa Almasih juga memiliki tradisi unik yang masih dilakukan hingga kini. Ada yang mengadakan pawai keagamaan, lonceng gereja khusus, hingga ibadah di ruang terbuka untuk memperingati momen tersebut.
Baca Juga: Tukang Becak Ditemukan Tewas di Kios Ikan Pasar Tanjung
Sementara di Indonesia, suasana Kenaikan Isa Almasih biasanya terasa lebih tenang dibanding perayaan Natal maupun Paskah. Meski begitu, hari raya ini tetap memiliki makna penting bagi umat Kristiani karena melambangkan harapan, iman, dan janji akan kehidupan kekal. RIRA
Editor : Imron Arlado