KOTA - Keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan. Kali ini, sosok ODGJ kerap terlihat di sepanjang Jalan Mojopahit-kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut memicu keresahan para pemilik toko dan pengunjung.
Salah satu pemilik toko, Lukas, mengaku kehadiran ODGJ tersebut membuat calon pembeli enggan singgah. "Resah jika dia tiduran di depan toko. Apalagi membawa sampah dan menimbulkan bau," ujarnya. Ia menyebut kondisi itu sudah berlangsung hampir satu bulan.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain di sekitar lokasi. Seorang penjual sate di Jalan Bhayangkara menuturkan, perilaku ODGJ tersebut kerap mengganggu pengunjung. "Pernah membuang helm milik pelanggan. Kalau sedang kambuh, bisa seperti itu," jelasnya kepada awak media, Jumat (1/5).
Para pedagang mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada dinas terkait. Namun, penanganan dinilai belum tuntas. Pasalnya, ODGJ tersebut kerap kembali ke lokasi setelah sempat ditertibkan.
"Anehnya, dia datang pada jam-jam tertentu, biasanya antara pukul 09.00 hingga 13.00. Kebanyakan hanya tiduran, kadang duduk sambil berbicara sendiri," tambah Lukas.
Warga dan pelaku usaha berharap ada langkah konkret dan berkelanjutan dari pihak berwenang, agar penanganan ODGJ tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan pemulihan. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah