MOJOKERTO - Ulah seorang warga meninggalkan sepasang sandal jepit di jembatan alternatif Desa Jampirogo - Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (12/4) malam bikin geger.
Di luar dugaan, sandal karet sintetis berjepit hijau tersebut justru memicu isu dan beragam spekulasi. Dikhawatirkan pemiliknya loncat dari jembatan dan menceburkan diri ke Sungai Brangkal.
“Kabar ada yang meloncat dari jembatan dan menceburkan diri ke sungai ini benar atau hoaks, kami masih mencari kebenarannya,” ungkap Lutfi, warga Desa Jampirogo, di lokasi.
Isu tersebut dengan cepat menyebar di tengah warga sekitar pukul 20.30. Hal ini setelah mereka mengetahui video sepasang sandal berjajar rapi di jembatan yang disebar di platform media sosial dan grup Whatsapp. “Tahunya ada info itu sekitar pukul 20.30-an tadi (Minggu malam). Cuma ini benar apa tidak kita masih belum tahu,” imbuh Ramon, warga Desa Sambiroto.
Tim relawan, rescue, serta perwakilan BPBD Kabupaten Mojokerto dan Jatim turut merepons. Dengan cepat mereka mendatangi lokasi jembatan alternatif guna melakukan asesmen. Termasuk menelusuri titik-titik sungai menggunakan senter untuk membantu proses pencarian.
Meski demikian, tim penolong belum mendapati kepastian terkait adanya kabar tersebut. Di samping tidak ada saksi yang melihat langsung warga lompat dari atas jembatan, closed-circuit television (CCTV) yang terpasang di sekitar jembatan juga dalam kondisi off.
Kepala Desa Jampirogo Doni Budi Setiawan menuturkan, di tengah beredarnya isu tersebut pihaknya memastikan bahwa tidak satupun dari warganya yang melapor telah kehilangan anggota keluarga. “Tidak ada, alhamdulillah warga di sini aman-aman saja. Belum ada laporan kehilangan anggota keluarga,” terangnya.
Doni lantas mengecek keberadaan sepasang sandal jepit yang tertinggal di jembatan. Sembari meminta warga desa untuk tidak mudah terpengaruh isu yang justru memicu keresahan. “Kita kan masih trauma dengan kejadian pemuda lompat dari Jembatan Cangar beberapa waktu lalu. Makanya, kita cek dulu,” tandasnya.
Usai menggali keterangan di lapangan, Doni lantas mencari pemilik sandal bersama warga lainnya. Hingga akhirnya perangkat desa berhasil mengungkap jika sandal yang sempat menjadi perhatian ini diketahui milik warga bernama Mujiburrahman. “Alhamdulillah sudah clear, pemilik sandalnya sudah ketemu. Artinya, tidak ada kejadian apa-apa seperti yang di-share di grup-grup Whatsapp dan media sosial,” jelas Doni.
Di hadapan tim rescue, warga, dan perangkat desa, Mujib turut memberikan keterangan terkait kronologi keberadaan sandal yang ditinggal di jembatan. Di mana dirinya memang sengaja meninggalkan sandal jepit tersebut setelah sebelumnya membeli sandal baru.
“Nggih leres sandal kulo (ya benar sandal saya),” lontar Mujib sembari tertawa ringan. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah