Buruh Tani Ditemukan Tewas di Persawahan Jetis Mojokerto

Martda Vadetya • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 13:22 WIB
NAHAS: Petugas melakukan pemeriksaan luar pada jasad korban usai ditemukan tak bernyawa di areal persawahan Dusun Tegaron, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Selasa (7/4) sore. (Martda JPRM)
NAHAS: Petugas melakukan pemeriksaan luar pada jasad korban usai ditemukan tak bernyawa di areal persawahan Dusun Tegaron, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Selasa (7/4) sore. (Martda JPRM)

 

JETIS - Warga Dusun Tegaron, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, digegerkan kejadian seorang buruh tani tewas mendadak di persawahan, Selasa (7/4) sore. Itu diketahui usai seorang pencari rumput melihat korban yang tergeletak tak bernyawa.

Maarif, 49, asal Dusun/Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, datang ke lokasi untuk menggarap sawah. Sekitar pukul 15.30, seorang pencari rumput, Giso, mendapati Maarif tergeletak di tengah sawah dengan alat pemotong rumput di dekat korban. Maarif tak merespons saat dibangunkan Giso.

Atas temuan itu, dia lantas dilaporkan ke warga dan perangkat desa setempat. ’’Setelah menerima laporan, piket Pamapta, Tim Inafis dan anggota Polsek Jetis mendatangi lokasi untuk penanganan,’’ ujar Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan, kemarin (8/4). Dia menuturkan, petugas langsung menjujuk rumah duka karena Maarif telah dievakuasi warga sebelum polisi datang. Di sana, petugas langsung melakukan pemeriksaan luar pada jasad korban. Maarif, lanjut Jinarwan, diduga tewas mendadak saat sedang menggarap sawah. 

’’Dugaan sementara korban meninggal mendadak karena sakit yang diderita kambuh saat aktivitas di sawah,’’ ungkapnya. Jinarwan menguraikan, hal itu diperkuat keterangan keluarga korban yang menyebut Maarif memiliki riwayat sakit diabetes dan darah rendah. Jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dikebumikan. 

Terlebih pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan. ’’Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,’’ tukas Jinarwan. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
buruh tani mojokerto petani mendadak tewas buruh tani tewas