Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ratusan Buruh PT Pakerin Mojokerto Gelar Aksi Demonstrasi

Rizal Amrulloh • Senin, 6 April 2026 | 19:28 WIB
DIBLOKIR: Ratusan pekerja turun menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang PT Pakerin, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kemarin (6/4) pagi. (Rizal JPRM)
DIBLOKIR: Ratusan pekerja turun menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang PT Pakerin, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kemarin (6/4) pagi. (Rizal JPRM)

Tuntut Pembayaran Gaji hingga Kejelasan Status Asuransi

PUNGGING - Pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, menggelar aksi demonstrasi, kemarin (6/4) pagi. Ratusan buruh turun ke jalan untuk menuntut pembayaran gaji dan hak-hak mereka yang belum dipenuhi manajemen. 

Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PT Pakerin ini melakukan pemblokiran terhadap di perusahan. Dalam aksi yang diikuti sekitar 400 pekerja tersebut, mereka membentangkan poster-poster yang berisi sejumlah tuntutan. ’’Pertama adalah terkait dengan tuntutan pembayaran upah dari Oktober 2025 sampai dengan Maret 2026,’’ tandas Ketua KSPSI PT Pakerin Heru Nugroho, kemarin (6/4). 

Selain itu, para buruh juga menuntut kejelasan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan maupun BP Jamsostek. Pasalnya, status program asuransi kesehatan dan sosial para pekerja nonaktif lantaran kewajiban pembayaran preminya tak dipenuhi oleh perusahaan. 

Poin tuntutan berikutnya, ratusan karyawan juga mendesak agar perusahaan menyelesaikan seluruh hak karyawan yang masih tertunggak lainnya. ’’Karena tidak ada kepastian, akhirnya teman-teman memutuskan untuk turun aksi,’’ tergasnya. 

Heru mengungkapkan, sebelumnya KSPSI telah menggelar duduk bersama dengan perwakilan perusahaan. Dan, kata dia, pihak manajemen menjanjikan terkait tunggakan gaji bakal dipenuhi sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun, komitmen tersebut nyatanya tak kunjung teralisasi hingga kini. ’’Sampai saat ini belum dibayar untuk semua karyawan,’’ imbuhnya. 

Nasib para pekerja PT Pakerin terkatung-katung diduga imbas dari konflik internal perusahaan. Bahkan, status para pekerja kini juga makin berada di ujung tanduk. Sebab, perusahaan telah menghentikan kegiatan produksi yang mengakibatkan para karyawan dirumahkan dan terancam pemberhentian hubungan kerja (PHK). ’’Ini kaitannya dengan konflik keluarga di internal pemilik, sehingga mengakibatkan terjadinya hal-hal seperti ini,’’ tandas Heru. 

Sementara itu, HRD PT Pakerin Heru Sumiaji yang menemui buruh menyatakan, pihak manajemen berkomitmen untuk mencari solusi bersama. Karena itu, perwakilan perusahaan akan segera berkoodinasi dengan serikat buruh. ’’Nanti ada utusan dari Surabaya yang akan bertemu dengan pimpinan serikat,’’ ujarnya di hadapan massa aksi. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#buruh pt pakerin #buruh pakerin demo #buruh mojokerto #buruh demo