Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kereta Kelinci Terguling di Mojokerto, Satu Orang Tewas

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB
CELAKA: Kondisi kereta kelinci berpenumpang puluhan orang yang terguling di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, kemarin (28/3). (Sofan JPRM)
CELAKA: Kondisi kereta kelinci berpenumpang puluhan orang yang terguling di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, kemarin (28/3). (Sofan JPRM)

 

’’Tiba-tiba berhenti, awalnya sopir bisa menahan mundur agak pelan, tapi tidak lama kereta meluncur mundur dengan sangat cepat,’’

Ervianto

Seorang Saksi Mata

 

-       -  Berisi Rombongan Halalbihalal Buruh Pabrik Wadah Telur

-         -  Puluhan Luka-luka, Gegara Gagal Nanjak

GONDANG - Kereta kelinci yang membawa rombongan halalbihalal buruh pabrik wadah telur terguling di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, kemarin (28/3) pagi. Kendaraan tersebut meluncur mundur akibat gagal menanjak di jalur curam. Insiden ini menyebabkan satu penumpang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Bus modifikasi berplat nomor S 8185 PA itu membawa sebanyak 21 penumpang dewasa dan anak-anak. Para penumpang dewasa diketahui merupakan karyawan pabrik pembuat tatakan telur di Desa Kebonagung, Kecamatan Puri. Informasi yang diterima, rombongan hendak melaksanakan kegiatan tradisi unjung-unjung atau halalbihalal setelah Lebaran. ’’Rombongan karyawan pabrik tray (tempat telur) mau halalbihalal ke rumah satpam di Dusun Jati,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan.

Informasi yang dihimpun di lokasi, insiden maut sekitar pukul 09.00 itu terjadi saat kereta berusaha menaiki tanjakan curam di Jalan Dusun Jati. Kendaraan tak kuat menanjak sehingga meluncur mundur. Sepur kelinci yang disopiri Sariono, 54, warga Dusun Kebonagung, Desa Sumbergirang, Puri, tersebut kemudian menabrak gapura pembatas antardusun dan teguling.

Kendaraan baru berhenti setelah menghantam tiang listrik hingga patah. ’’Sepertinya tidak paham medan, ada petunjuk arah harusnya lewat arah ke kanan karena lebih landai, tapi ini ke atas terus,’’ kata Aji, warga setempat.

Benturan keras menyebabkan satu penumpang, Sulimah, 48, warga Desa Mlaten, Puri, tewas di lokasi. Tubuh perempuan parobaya itu terlempar dari kendaraan ke tepi saluran irigasi sekitar TKP. ’’Satu yang meninggal, yang luka banyak,” imbuh Aji.

Data hingga kemarin siang, sebanyak 10 korban luka dievakuasi ke Puskesmas Gondang, 10 orang dirawat di RS Sumberglagah, Pacet, dan satu korban dilarikan ke RSUD Prof dr. Soekandar, Mojosari.

DIRAWAT: Salah satu penumpang kereta kelinci yang mengalami luka-luka dibawa dari Puskesmas Gondang ke RS Sumberglagah, Pacet, kemarin (28/3). (Adi JPRM)
DIRAWAT: Salah satu penumpang kereta kelinci yang mengalami luka-luka dibawa dari Puskesmas Gondang ke RS Sumberglagah, Pacet, kemarin (28/3). (Adi JPRM)

 

Ervianto, saksi mata lainnya mengatakan, kendaraan menaiki tanjakan dengan penumpang penuh. Kereta kelinci berwarna hijau yang melaju yang diiringi suara musik keras itu hampir melewati tanjakan sebelum akhirnya kehabisan tenaga. ’’Tiba-tiba berhenti, awalnya sopir bisa menahan mundur agak pelan, tapi tidak lama kereta meluncur mundur dengan sangat cepat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Mojokerto Iptu Suyanto menjelaskan, berdasarkan catatan Unitlaka Satlantas Polres Mojokerto, total penumpang sepur kelinci sebanyak 21 orang terdiri yang terdiri dari 19 perempuan dan laki-laki. Di antara mereka terdapat anak-anak berusia 7-8 tahun. Jasad korban meninggal, lanjutnya, dievaluasi ke RS Sumberglagah. Adapun korban luka antara lain mengalami cedera otak ringan dan lecet-lecet. ’’Pengemudi kendaraan mengalami luka ringan kini di rawat di RS Sumberglagah,’’ ucapnya.

Suyanto menyebut, kendaraan semula melaju dari arah timur ke barat. Saat melewati tanjakan, kendaraan kehilangan tenaga sehingga berjalan mundur. ’’Kemudian hilang kendali dan terguling ke kiri menimpa tiang listik,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kereta kelinci terguling #sepur kelinci #kecelakaan lalu lintas #kereta kelinci #laka lantar