Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Desa di Mojosari Mojokerto Tergenang Banjir

Rizal Amrulloh • Selasa, 17 Maret 2026 | 06:39 WIB
TERGENANG: Warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, yang disebabkan akibat tanggul sungai jebol, kemarim (16/3). (Sofan Radar Mojokerto)
TERGENANG: Warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, yang disebabkan akibat tanggul sungai jebol, kemarim (16/3). (Sofan Radar Mojokerto)

 

’’Akibat tanggul jebol aliran sungai membanjiri sawah di Kebondalem, kemudian bergeser ke permukiman di bawahnya di Desa Kedunggempol sama Jotangan. Total ada 45 KK (kepala keluarga) yang terdampak,’’

Rinaldi Rizal Sabirin

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto

Tanggul Sungai Jebol, Persawahan dan Rumah Warga Terendam 

MOJOSARI - Banjir melanda tiga desa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, kemarin (16/3). Genangan air merendam areal persawahan hingga permukiman akibat tanggul sungai jebol.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengungkapkan, hujan deras yang turun berkepanjangan pada Minggu (15/3) sore hingga malam membuat sejumlah aliran sungai meluap. Bahkan, derasnya arus mengakibatkan tanggul Sungai Sumber Kembar tergerus dan jebol. ’’Lokasi tanggul sungai yang jebol di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari,’’ ungkapnya kemarin (16/3). 

Luas area tanggul yang jebol mencapai kurang lebih 15 meter. Akibatnya, sejak Senin (16/3) dini hari air sungai meluap dan membanjiri areal persawahan serta merendam wilayah permukiman. ’’Ada tiga desa di Kecamatan Mojosari yang terdampak banjir,’’ sebutnya. 

Di antaranya melanda Dusun Tambakagung, Desa Kebondalem yang merupakan titik tanggul sungai yang jebol. Selain itu, luapan aliran sungai mengalir ke Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol hingga menyebabkan sawah seluas 21 hektare serta jalan perkampungan tergenang air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Bahkan, banjir juga merendam 15 rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 5-10 sentimeter. 

Sementara wilayah terdampak banjir cukup parah berada di Dusun Gembongan, Desa Jotangan. Tak hanya menggenangi areal persawahan seluas 11 hektare, luapan air juga membanjiri jalan permukiman dan 30 rumah warga dengan ketinggian mencapai 50-60 sentimeter. ’’Akibat tanggul jebol aliran sungai membanjiri sawah di Kebondalem, kemudian bergeser ke permukiman di bawahnya di Desa Kedunggempol sama Jotangan. Total ada 45 KK (kepala keluarga) yang terdampak,’’ jelas Rinaldi. 

Dia menyebutkan, penanganan banjir masih dilakukan dengan mengoperasikan mesin pompa air di Dusun Gembongan. Menurutnya, Pemkab Mojokerto juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera melakukan  perbaikan tanggul. ’’Diupayakan agar dilakukan perbaikan tanggul secara darurat terlebih dulu,’’ imbuhnya. 

Sementara personel BPBD bersama lintas sektor lainnya masih disiagakan untuk memantau kondisi kesehatan dan memenuhi kebutuhan warga terdampak. Pasalnya, hingga siang kemarin tren ketinggian air belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Meski demikian, kata Rinaldi, sebagian masyarakat masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. ’’Jika nanti diperlukan dapur umum, dari dinsos nanti sudah siap untuk mendirikannya,’’ tandas mantan Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto ini. 

Sementara itu, pada Minggu (15/3) malam banjir juga sempat melanda Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Sebanyak 125 rumah warga di tiga dusun terdampak genangan air mencapai ketinggian dada orang dewasa. Namun, pada Senin (16/3) dini hari genangan air mulai berkurang dan dinyatakan surut total pada pagi kemarin. Belasan warga yang sebelumnya sempat mengungsi di Balai Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman juga kembali pulang ke rumah masing-masing. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #bencana banjir #desa jotangan #banjir mojosari #tanggul kali sadar #banjir mojokerto