KOTA - Tanggul Sungai Brangkal di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, ambrol diterjang banjir, kemarin (16/3). Longsornya plengsengan berpotensi meluas dan mengancam permukiman warga.
Titik tanggul yang ambrol berada di Lingkungan Sinoman gang VIII. Dinding plengsengan bagian dalam tergerus cukup lebar. ”Kami sudah mendapat laporannya,” kata Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail, kemarin (16/3).
Berdasarkan laporan yang disusun Ketua RT 2, RW 1 Sinoman Haeri Pramono, tanggul mengalami ambrol pada Minggu (15/3) sekitar pukul 23.00. Peningkatan debit Sungai Brangkal yang berlangsung secara signifikan sejak satu jam sebelumnya menggerus tanggul sisi timur sungai.
Derasnya arus diperkuat pusaran air dari Dam Tlusur yang berjarak sekitar 20 meter dari titik kerusakan. Menurut laporan itu, tanggul yang ambrol sepanjang 10 meter dengan ketinggian 3 meter. Pengurus RT mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada lurah dan mengimbau warga tak beraktivitas di lokasi.
Basuki mengatakan, kejadian ambrolnya tanggul akan dilaporkan kepada BBWS Brantas selaku pengelola aliran sungai untuk proses penanganan. ”Nanti kita TL kepada pemilik kewenangan dulu,” ujarnya.
Tanggul yang ambrol berada di bawah bangunan pos pantau milik BBWS. Selain itu, di atas titik kerusakan tersebut juga berdiri bangunan semi permanen semacam kandang burung diduga milik warga. Kondisi longsornya tanggul rawan meluas, mengingat tembok plengsengan di sekitarnya sudah mengalami retak.
Jika tak segera diperbaiki, permukiman warga yang berada di balik tanggul juga terancam. Kendati ukuran tanggul cukup tebal, derasnya debit Sungai Brangkal seiring curah hujan yang masih tinggi dapat memicu jebol. ”Khawatir tambah jebol nanti kalau tidak cepat-cepat diperbaiki,” ucap Andi, warga setempat. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah