DAWARBLANDONG - Kecelakaan antara mobil pikap muatan tahu dan pemotor terjadi di Jalan Raya Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kemarin (15/3). Insiden ini mengakibatkan seorang bocah berumur 6 tahun tewas seketika di lokasi. Korban diketahui berinisial NE. Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 ini, NE dibonceng ibunya, NL, 33, guru asal Sambeng, Lamongan, mengendarai Motor Honda PCX. Keduanya melaju dari arah Mojokerto menuju Lamongan.
Semula, ibu dan anak ini berkendara tanpa hambatan. Sedangkan dari arah sebaliknya, melaju mobil pikap Mitsubishi L300 yang disopiri ARF, 23, asal Sumobito, Jombang. Di lokasi, mendadak pikap muatan tahu itu nyelonong masuk ke jalur lawan. Dari situ petaka berawal. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat kecelakaan tak terelakkan. ”Sesampai di lokasi, mobil pikap yang berjalan menikung diduga mengantuk, sehingga terlalu ke kanan dan bertabrakan dengan motor korban,” terang Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan, kemarin (15/3).
Kerasnya benturan terlihat dari laju mobil pikap yang baru terhenti setelah menghantam teras rumah warga di tepi ruas jalan Mojokerto-Lamongan itu. NE yang mengalami luka serius di kepala tewas seketika di lokasi. Sedangkan NL, ibu korban, luka ringan di tangan dan kepala. Sementara sopir pikap, ARF, selamat. ”Korban inisial NE meninggal dunia di TKP,” ungkap Jinarwan.
Setelah melakukan olah TKP, petugas mengevakuasi jasad NE ke kamar jenazah RSUD RA Basoeni Gedeg untuk divisum. NL yang terluka kemudian dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan setelah dilarikan ke puskesmas setempat. Kepolisian mengimbau agar masyarakat mengutamakan keselamatan selama berkendara. Para pengguna jalan diminta beristirahat sejenak jika merasa lelah dan mengantuk saat mengemudi untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah