JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Peristiwa terdamparnya puluhan paus kembali terjadi di perairan Indonesia. Kali ini, kawanan paus pilot ditemukan terdampar di pesisir Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pantai Mbadokai, Desa Deranitan dan Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, pada Senin (9/3). Warga setempat pertama kali melihat sejumlah paus berada di perairan dangkal saat kondisi air laut surut.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat. Tim gabungan yang terdiri dari Balai Pengelolaan Kelautan dan Perikanan (BPK) Kupang, TNI AL, kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan upaya penyelamatan.
Pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 07.00 WITA, tim Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilker Rote Ndao bersama organisasi konservasi Thrive Conservation dan Blue Forest tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Tim kemudian bergabung dengan unsur LANAL Pulau Rote, Polsek Rote Barat Daya, pemerintah desa, serta masyarakat untuk melakukan evakuasi dan pelepasliaran paus yang masih hidup.
Total 55 ekor paus pilot yang terdampar, sebanyak 34 ekor berhasil digiring kembali ke laut, sementara sekitar 21 ekor (8 jantan, 13 betina) lainnya ditemukan dalam kondisi mati.
Dari 21 ekor individu yang mati, terdiri dari 4 anakan dan 17 dewasa. Tim selanjutnya melakukan identifikasi dan pengukuran serta nekropsi terhadap paus yang mati untuk keperluan pencatatan, kajian ilmiah dan analisis lebih lanjut.
Pihak BKKPN Kupang masih terus memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya paus lain yang kembali terdampar.
“Kami masih terus memantau perkembangan. Kami belum tahu apakah besok ada lagi paus yang terdampar di lokasi lain,” ujar Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi.
Jenis paus yang terdampar diketahui merupakan paus pilot sirip pendek (Short-finned Pilot Whale/Globicephala macrorhynchus), salah satu mamalia laut yang dilindungi di Indonesia. Pengukuran sementara menunjukkan panjang individu terbesar mencapai 5,1 meter dengan jenis kelamin jantan, sementara individu terkecil berukuran sekitar 2,4 meter.
Hingga kini, penyebab pasti terdamparnya kawanan paus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sejumlah dugaan menyebutkan fenomena ini dapat dipicu oleh gangguan navigasi paus, perubahan kondisi laut, hingga faktor lingkungan lainnya. RIRA
Editor : Imron Arlado