Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Antre Dua Jam demi Uang Baru, Warga Kota Mojokerto Keluhkan Laman BI Rawan Error

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 3 Maret 2026 | 08:20 WIB

 

DISERBU: Antrean warga menukarkan uang pecahan baru dari Mobil Kas Keliling BI di GOR Seni Mojopahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, kemarin (2/3).
DISERBU: Antrean warga menukarkan uang pecahan baru dari Mobil Kas Keliling BI di GOR Seni Mojopahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, kemarin (2/3).
KOTA – Memasuki pertengahan puasa, layanan penukaran uang untuk Lebaran mulai diburu warga. Kemarin (2/3), ratusan orang menyerbu Mobil Kas Keliling Bank Indonesia (BI) di GOR Seni Mojopahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto. Mereka rela antre hingga berjam-jam demi mendapatkan uang baru berbagai pecahan. 

Sejak pukul 13.00, lokasi penukaran uang sudah dipadati warga dari berbagai tempat. Mereka yang datang sebelumnya sudah lebih dulu mendaftar lewat platform PINTAR BI untuk mendapatkan nomor urut antrean. Dijaga dua polisi Brimob, petugas bank melayani satu per satu warga dari dalam mobil. 

Erik, salah satu warga mengatakan, dirinya menukarkan uang sebesar Rp 2,8 juta. Nominal itu ia tukarkan dengan pecahan Rp 1.000 sebanyak 100 lembar, Rp 2 ribu 100 lembar, Rp 5 ribu 100 lembar, Rp 10 ribu 100 lembar, dan 20 ribu 50 lembar. ”Untuk dibagi-bagi ke ponakan, sanak saudara pas Lebaran,” ujarnya. 

Dari rumahnya di Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Erik rela menempuh jarak sejauh 25 kilometer demi bisa menukarkan uang. Tak hanya itu, di lokasi dia harus menunggu selama hampir satu setengah jam hingga nomor antreannya dipanggil. ”Sebenarnya mau ikut penukaran yang di Sidoarjo, lebih dekat, tapi khawatir proses daftarnya error,” tutur pemuda tersebut. 

Kendati bersyukur bisa mendapatkan uang baru berbagai pecahan, Erik mengeluhkan sistem registrasi di laman pintar.bi.go.id yang prosesnya lama. Selain itu, proses pendaftaran juga kerap batal secara otomatis. ”Ketika sudah masuk di link-nya itu, kalau tidak cepat-cepat mengisi data diri dan sebagainya bisa keluar sendiri. Tapi, ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang belum satu menit sudah habis kuotanya,” keluh dia. 

Nanda, warga lainnya mengungkapkan, dirinya antre selama dua jam sejak pukul 13.30 dan baru selesai menukarkan pada pukul 15.25. Perempuan asal Kota Mojokerto itu menukarkan uang sebanyak Rp 2,8 juta menjadi pecahan Rp 1.000, Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 20 ribu. ”Tidak ada kesulitan untuk proses tukarnya, lancar saja,” ucapnya. 

Layanan penukaran uang dengan Mobil Kas Keliling BI kemarin hanya berlangsung sehari. Layanan dibuka mulai pukul 13.00 sampai terakhir pendaftaran antrean pukul 15.00. Petugas menyebut, antrean yang terdata mencapai 282 orang. Sementara itu, BI menetapkan batas maksimal penukaran uang pecahan baru ini Rp 5,3 juta per orang. Dengan demikian, uang baru yang disiapkan mencapai Rp 1,5 miliar. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#libur lebaran #hari raya lebaran #uang baru #Lebaran 2026 #hari raya idul fitri