Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

20 Ton Pestisida Cemari Sungai Cisadane, Ikan Mati Massal dan Air Bersih Terganggu

Imron Arlado • Kamis, 12 Februari 2026 | 20:37 WIB

 

Sungai Cisadane yang tercemar dapat membahayakan kesehatan warga sekitar. Dinkes ingatkan untuk menghindari penggunaan air  tersebut sementara.
Sungai Cisadane yang tercemar dapat membahayakan kesehatan warga sekitar. Dinkes ingatkan untuk menghindari penggunaan air tersebut sementara.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Warga Tangerang digegerkan dengan berubahnya aliran air sungai Cisadane, Selasa (10/02/26).  Hal tersebut ditandai dengan Perubahan warna air, bau menyengat, dan banyak ikan mati.

Setelah diselidiki, ternyata hal tersebut berasal dari air sungai yang tercampur bahan kimia berjenis pestisida.

Bahan kimia tersebut berasal dari kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama. Pabrik yang berada di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan tersebut terbakar sehari sebelumnya, Senin (9/2/2026).

Petugas sampai harus menggunakan 2 truk pasir untuk memadamkan api yang bersumber dari bahan kimia tersebut.

Api baru padam setelah 7 jam penanganan. Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materil, tetapi meninggalkan jejak cemaran air di Sungai Cisadane.

 

Baca Juga: Polres Mojokerto Gelar Pulbaket, Bakal Panggil Pemborong, Selidiki Laka Lantas Pemotor Tewas Tabrak Material Proyek

 

Pestisida tersebut mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane. Ada 20 ton pestisida yang terbakar hingga membuat sungai itu tercemar. Pencemaran sungai tersebut sudah meluas hingga 22,5 km.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten terus melakukan pemantauan berkala terkait insiden ini. Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan pemantauan dilakukan menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam, mengingat banyak masyarakat melakukan aktivitas di Sungai Cisadane.

"Pemantauan dilakukan untuk memastikan tak ada korban akibat bahan kimia yang bercampur di Sungai Cisadane," ujar Wawan, di Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026, dilansir dari Antara.

Baca Juga: DPRD Kota Mojokerto Telusuri Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh TPA Randegan

Pencemaran limbah kimia tersebut membuat ikan di sepanjang aliran sungai Cisadane mati usai diduga mabuk keracunan. DLH Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi ikan tersebut sampai ada hasil dari uji laboratorium.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi air dan ikan di Sungai Cisadane.

"Risiko jangka panjang zat kimia, salah satunya kanker, kalau masuk ke lambung kanker usus," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi.

Baca Juga: Belikan Obat Aborsi di Marketplace, Warga Jatirejo Mojokerto Didakwa Pasal Berlapis

Pihak PDAM di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang juga sempat menghentikan penyaluran air ke pelanggan.

Untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih, pihak PDAM menyalurkan air bersih dengan menggunakan truk tangki ke sejumlah pemukiman warga di bantaran Sungai Cisadane.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air sungai Cisadane imbas kebakaran gudang bahan kimia.

Di sisi lain, Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang Banten juga menghentikan sementara suplai air bersih demi menjaga kualitas serta keamanan warga. RIRA

 

Editor : Imron Arlado
#pestisida #tangsel #kebakaran #sungai cisadane #pencemaran sungai