Namun, data rumah terdampak angin kencang tersebut masih bersifat sementara. Karena hingga kemarin, BPBD bersama tim gabungan masih memfokuskan penanganan evakuasi dan melakukan asesmen di lapangan.
Selain rumah, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan pondok pesantren, sekolah, rumah ibadah hingga fasilitas publik lainnya. Masing-masing tersebar di tiga desa di Kecamatan Pungging. ”Titik terdampaknya ada di wilayah Desa Tunggalpager, Desa Balongmasin, dan Desa Jabontegal,” sebutnya.
Di samping itu, cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon-pohon bertumbangan. Antara lain, melanda pohon nangka dan pohon randu dengan diameter masing-masing sekitar 30 sentimeter (cm), serta pohon buah gelitu berdiameter 50 cm yang menimpa pagar SDN Jabon.
Dampak pohon tumbang juga terjadi di Desa Balongmasin. Selain beringin, pohon mangga dan pohon jati dengan diameter 40 cm dan 20 cm. Termasuk pohon kesono di Jalan Brawijaya, Desa Tunggalpager, juga roboh dan menimpa kabel listrik.
Pohon tumbang akibat terpaan angin kencang juga terjadi di ruas jalan di wilayah Kecamatan Mojosari. Meliputi di Jalan Pahlawan dan Jalan Pemuda.
Khakim menambahkan, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto hingga sebulan ke depan.
”Peringatan cuaca ekstrem hingga bulan Februari ini, kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah