Jasad bayi pertama kali ditemukan oleh petugas Tahura Raden Soerjo Sukamto saat mengecek saluran air di dekat Wisata Coban Watu Ondo sekitar pukul 09.30, Senin (2/2). Dia mencurigai tas ransel berwarna hitam yang tersangkut di pipa saluran. "Waktu kita temukan itu ada bau dan bungkusan mencurigakan," terangnya.
Di dalam tas tersebut terdapat kantong kresek berwarna merah. Sukamto lantas memanggil rekan dan warga sekitar untuk memastikan isi dari bungkusan yang berbau menyengat itu. "Waktu kita buka ternyata ada bayi," tandas dia.
Secara fisik, anggota tubuh bayi tersebut sudah terbentuk sempurna. Bahkan, saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. "Kayaknya bayi baru lahir," sebut Sukamto.
Posisi jasad bayi berada cukup jauh sekitar 300 meter dari jalan raya Pacet-Cangar. Dan, untuk menuju lokasi penemuan hanya dapat dilalui dengan jalan setapak.
Tak jauh dari sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Sukamto juga menemukan dua batang kayu yang diduga sebagai penanda. Sebab, posisinya dipasang menyilang seperti huruf X.
Diperkirakan, tas berisi jasad bayi itu hanyut sehari sebelumnya. "Waktu saya cek irigasi kemarin pagi (Minggu, 1/2) itu tidak ada. Sorenya saat saya cek lagi, sudah ada tanda kayu yang disilangkan," sebutnya.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah penanda kayu tersebut berkaitan dengan penemuan jenazah bayi. Karenanya, Sukamto melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
Sementara itu, Satreskrim Polres Mojokerto langsung menerjunkan tim inafis untuk melakukan olah TKP kemarin. Dari hasil identifikasi, jasad bayi yang terbungkus dalam tas ransel diketahui berjenis kelamin perempuan.
"Setelah kami lakukan evakuasi dan cek, jenis kelamin perempuan dengan panjang sekitar 50 sentimeter," papar Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan ditemui di TKP.
Untuk memastikan usia dan penyebab meninggalnya bayi, jenazah telah dilakukan otopsi di RSUD Sumberglagah, Kecamatan Pacet. Aldhino menegaskan, satreskrim juga tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus penemuan jasad bayi di kawasan Tahura R. Soerjo ini. "Kita masih dalami dan tunggu hasil dari dokter terkait penyebab kematiannya," tutur dia.
Terdapat sejumlah barang bukti yang diamankan petugas kepolisian dari TKP. Di antaranya tas ransel warna hitam beserta pakaian bayi perempuan di dalamnya, tisu, dan dua barang kayu yang disinyalir dijadikan penanda dari terduga pelaku pembuang bayi.
"Kami masih dalami juga ada batang kayu yang di tengah-tengah lokasi penemuan," pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah