KABUPATEN - Hujan deras juga menyebabkan pagar rumah warga di Kelurahan/Kecamatan Mojosari, roboh. Diduga, konstruksi tembok tergerus arus air drainase yang meluap.
Yogi Muji Kurniawan mengungkapkan, pagar rumahnya yang berbatasan langsung dengan RSUD Prof. dr. Soekandar ini tiba-tiba ambruk pada Sabtu (3/1). Insiden tersebut terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah Mojosari sekitar pukul 15.30. ”Iya, tembok rumah saya yang roboh,” ungkapnya, kemarin (4/1).
Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun, pagar rumah sepanjang kurang lebih tujuh meter ini telah rata dengan tanah. Akibatnya, tidak ada lagi dinding pemisah antara halaman rumah dan area rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto tersebut. Dia mengatakan, robohnya pagar rumah miliknya diduga akibat tergerus aliran drainase yang meluap karena hujan deras. ”Airnya mengalir ke rumah saya, ini yang menyebabkan tembok kami roboh,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Mojosari Agastya Yoga Rhenaldy menyatakan telah menerima laporan terkait pagar rumah warganya yang roboh tersebut. Dan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RSUD Prof. dr. Soekandar. ”Sudah kami laporkan ke RSUD dan akan segera ditindaklanjuti,” tuturnya.
Selain dinding pagar rumah warga roboh, akibat kerusakan bangunan tersebut juga dikhawatirkan berdampak lebih parah. Jika kembali terjadi hujan lebat, maka air bisa mengalir ke rumah warga. ”Bukan hanya masalah temboknya, tapi khawatirnya air nanti bisa masuk ke rumah warga saat hujan,” imbuhnya.
Terpisah, Plt Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan menyatakan akan menindaklanjuti terkait robohnya pagar rumah warga yang bersebelahan dengan gedung poli tersebut. Dokter spesialis paru ini menyebut hari ini akan melakukan pengecekan kondisi bangunan yang terdampak arus drainase. "Senin (5/1) sudah rencana dilihat oleh petugas konstruksi," paparnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah