Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Akhmad Yani menuturkan, proses evakuasi dimulai sekitar pukul 21.00. Itu setelah petugas damkar menerima laporan dari layanan darurat 112. ’’Evakuasi kita lakukan secara manual bersama warga, karena lokasi jauh dari jalan desa,’’ ungkapnya, kemarin.
Ia menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika sapi milik warga itu digembala sejak Senin (1/19) siang. Sekitar pukul 12.00, kemudian sapi dewasa itu digiring ke sungai untuk dimandikan. ’’Waktu dimandikan itu debit sungai tambah tinggi karena hujan. Mau dibawa ke atas, ternyata terperosok lumpur dasar sungai,’’ beber Yani.
Beruntung, tinggi debit sungai tidak sampai menyeret dan menenggelamkan ternak tersebut. Pemilik dan warga sempat berusaha mementaskan sapi, namun terus gagal. Hingga akhirnya warga melapor ke damkar. Yani mengungkapkan, bantaran sungai yang curam sekitar 3 meter di bawah permukaan jalan jadi tantangan tersendiri bagi petugas.
’’Sapi diikat tali karmantel sampai menyerupai harness. Lalu kita tarik manual bersama warga, sekitar 20 orang,’’ ulasnya. Bertahap petugas damkar dan warga berjibaku menarik tubuh hewan herbivora itu. Hingga akhirnya sapi berhasil dimentaskan satu jam kemudian.
’’Alhamdulillah sapi berhasil kita evakuasi dalam kondisi selamat. Selesai sekitar pukul 22.00,’’ terang Yani. Sapi ternak itu kemudian digiring pulang oleh sang pemilik untuk dikarantina menghilangkan stres usai terjerembab lumpur di dasar sungai hampir 12 jam. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah