Insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 19.00. Awalnya, api diketahui muncul dari bagian dapur warung geprek. Meski sempat dilakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya, namun amukan si jago merah tak mampu diredam. Bahkan, kobaran api makin membesar. ’’Karena itu masyarakat setempat meminta bantuan damkar untuk memadamkan kebakaran tersebut,’’ ungkap Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Ahmad Yani.
Dalam sekejap, jilatan api menyambar outlet berkukuran sekitar 6 x 7 meter yang berada di sisi ruas jalan nasional Mojokerto-Gempol ini. Besarnya kobaran api juga melahap perabotan dan membuat arus lalu lintas sempat tersendat. ’’Yang terbakar bangunan tempat usaha beserta isinya,’’ tandasnya.
Tiga armada pemadam dikerahkan ke tempat kejadian kebakaran. Selain dua unit damkar milik BPBD, pemadaman juga turut di-back up satu unit damkar milik perusahaan swasta di sekitar lokasi.
Petugas damkar berjibaku selama kurang lebih satu jam untuk menjinakkan api. Setelah dilakukan pembasahan, kebakaran dipastikan padam pada pukul 20.15.
Meski tak ada korban jiwa, warung ayam geprek ini ludes dengan tafsiran kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Belum diketahui secara pasti terkait dugaan penyebab kebakaran. ’’Penyebab kejadian kebakaran masih dalam penyelidikan,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah