Tak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut. Namun, sebagaian muatan yang diangkut dari Jember ini gagal dikirim ke Tuban akibat kondisinya hancur berserakan.
Kejadian kecelakaan bermula saat mobil Isuzu pikap nopol S 7152 T yang dikemudikan Mudin bersama Angga sebagai kernet ini melaju dari arah Mojosari menuju Bangsal mengalami kendala teknis. Tiba-tiba, roda belakang sebelah kanan terlepas sesampainya di jalan raya Desa Nggowo, Kecamatan Bangsal sekitar pukul 07.30. ’’Saya pas tidur tiba-tiba terdengar bunyi dan langsung terbangun. Bannya copot,’’ ungkap Angga.
Dikatakannya, mobil pikap kemudian langsung kehilangan keseimbangan. Karena panik, sopir sempat berupaya membelokkan kendaraan ke kiri untuk menepi. Nahas, pikap berwarna biru ini justru terguling ke jalan. Beruntung, sebut Angga, tak ada kendaraan lain yang berada di sekitarnya. ’’Sopir reflek banting setir. Alhamdulillah tidak ada korban,’’ paparnya.
Akibat kecelakaan ini arus lalu lintas sempat terganggu akibat bodi pikap yang melintang di badan jalan. Hanya sebagian muatan yang dapat diselamatkan, karena puluhan buah semangka pecah setelah terjatuh dari bak pikap. ’’Muatan dari Jember mau dibawa ke Tuban,’’ imbuhnya.
Arus di jalur nasional ini kembali lancar setelah pikap dievakuasi petugas kepolisian. Meski kendaraan terguling, baik sopir maupun kernet pikap tidak ada yang mengalalami luka serius. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah