Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menuturkan, debit banjir di Dusun Klanting, Desa Pulorejo meluap sejak Jumat (9/1) pagi. Banjir bertahap menggenangi jalan desa dari area jembatan Dusun Klanting dengan ketinggian sekitar mata kaki orang dewasa. ’’Untuk banjir saat ini hanya menggenangi jalan, tidak separah sebelumnya,’’ jelasnya, Jumat (9/1).
Ia mengungkapkan, penyebab banjir masih sama yakni, tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu. Di samping itu, ada beberapa faktor lain. Menurut hasil asesmen BPBD, area di sekitar Jembatan Dusun Klanting perlu disentuh proyek pengendali banjir. ’’Posisi jembatan ini lebih rendah dari jalan desa,’’ jelasnya.
Tak ayal, dinilai perlu adanya peninggian area jembatan. Juga, butuh adanya penguatan tanggul aliran anak Kali Lamong dengan pemasangan revetment. Karena sejauh ini material tanggul sungai sebatas dari tanah. ’’Karena menyangkut kewenangan, langkah penanggulangan banjir ini perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan DPUPR Kabupaten Mojokerto untuk disampaikan ke BBWS Bengawan Solo,’’ beber Khakim.
Ia memastikan, banjir ke sekian kalinya ini tidak berdampak pada rumah warga. Meski begitu, pihaknya tak menampik jika warga dibayangi rasa waswas saat wilayah hulu diguyur hujan lebat. ’’Yang tergenang hanya area jalan saja. Apalagi rumah warga sudah ditinggikan semua. Dan kalau wilayah Mojokerto hujan, justru di sini tidak banjir,’’ terangnya.
Seperti diketahui, sebagian wilayah Kecamatan Dawarblandong merupakan wilayah langganan banjir luapan anak Kali Lamong. Seperti pada 22 Desember lalu, Desa Pulorejo, Talunblandong dan Desa Banyulegi tergenang banjir luapan. Meski sempat surut, sebanyak 12 rumah warga di tiga desa dan 6 hektare sawah di Desa Pulorejo terendam banjir. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah