Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pagar Rumah Warga Roboh Tergerus Arus Banjir di Mojosari Mojokerto

Rizal Amrulloh • Senin, 5 Januari 2026 | 18:55 WIB

 

DINDING PEMBATAS: Tembok pagar rumah warga di Kelurahan Mojosari yang berbatasan dengan RSUD Prof. dr. Soekandar yang roboh saat hujan deras pada Sabtu, (3/1).
DINDING PEMBATAS: Tembok pagar rumah warga di Kelurahan Mojosari yang berbatasan dengan RSUD Prof. dr. Soekandar yang roboh saat hujan deras pada Sabtu, (3/1).
 

 

KABUPATEN - Hujan deras juga menyebabkan pagar rumah warga di Kelurahan/Kecamatan Mojosari, roboh. Diduga, konstruksi tembok tergerus arus air drainase yang meluap.

Yogi Muji Kurniawan mengungkapkan, pagar rumahnya yang berbatasan langsung dengan RSUD Prof. dr. Soekandar ini tiba-tiba ambruk  pada Sabtu (3/1). Insiden tersebut terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah Mojosari sekitar pukul 15.30. ”Iya, tembok rumah saya yang roboh,” ungkapnya, kemarin (4/1). 

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun, pagar rumah sepanjang kurang lebih tujuh meter ini telah rata dengan tanah. Akibatnya, tidak ada lagi dinding pemisah antara halaman rumah dan area rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto tersebut. Dia mengatakan, robohnya pagar rumah miliknya diduga akibat tergerus aliran drainase yang meluap karena hujan deras. ”Airnya mengalir ke rumah saya, ini yang menyebabkan tembok kami roboh,” tandasnya. 

Sementara itu, Lurah Mojosari Agastya Yoga Rhenaldy menyatakan telah menerima laporan terkait pagar rumah warganya yang roboh tersebut. Dan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RSUD Prof. dr. Soekandar. ”Sudah kami laporkan ke RSUD dan akan segera ditindaklanjuti,” tuturnya. 

Selain dinding pagar rumah warga roboh, akibat kerusakan bangunan tersebut juga dikhawatirkan berdampak lebih parah. Jika kembali terjadi hujan lebat, maka air bisa mengalir ke rumah warga. ”Bukan hanya masalah temboknya, tapi khawatirnya air nanti bisa masuk ke rumah warga saat hujan,” imbuhnya. 

Terpisah, Plt Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan menyatakan akan menindaklanjuti terkait robohnya pagar rumah warga yang bersebelahan dengan gedung poli tersebut. Dokter spesialis paru ini menyebut hari ini akan melakukan pengecekan kondisi bangunan yang terdampak arus drainase. "Senin (5/1) sudah rencana dilihat oleh petugas konstruksi," paparnya. (ram/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bencana banjir #bencana mojokerto #banjir luapan #banjir mojokerto