KABUPATEN - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Minggu (28/12) mengakibatkan empat wilayah kecamatan di Kabupaten Mojokerto terdampak. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kandang ayam roboh hingga memporak porandakan atap sekolah.
Bencana angin kencang di antaranya melanda Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo. Sebuah kandang milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat ambruk total akibat tersapu angin kencang.
”(Kandang ayam) ini untuk tempat ketahanan pangan Desa Payungrejo,” kata Kades Payungrejo Lilik Nur Fawiyah saat meninjau kondisi kandang ayam bersama BPBD Kabupaten Mojokerto, kemarin (29/12).
Dikatakannya, kandang tersebut merupakan tempat budi daya ayam petelur yang baru berdiri sekitar sebulan lalu. Saat kejadian, di dalam kandang terdapat sekitar 700 ekor ayam.
”Kerugiannya kurang lebih 200 juta rupiah,” tambahnya. Beruntung, sebagian besar ayam masih dapat terselamatkan.
Lilik menyebut, ratusan ekor ayam petelur saat ini telah dipindahkan ke kandang yang lain. ”Sekarang masih proses pemulihan stresnya ayam setelah kejadian ini,” imbuhnya.
Selain itu, dampak angin kencang juga terjadi di Kecamatan Trowulan. Tepatnya di Desa Tawangsari yang menyapu bangunan atap bangunan Madrasah Aliyah (MA) Ittihad.
”Kerusakan atap di ruang OSIS, kantin, dan UKS,” imbuh Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Mojokerto Yanuar, kemarin.
Tidak ada dampak korban jiwa dalam peristiwa angin kencang tersebut. Namun, cuaca ekstrem hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menumbangkan pepohonan.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada karena dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem. ”Sesuai prediksi BMKB (cuaca ekstrem) sampai Januari 2026,” tandasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah