Peristiwa tanah longsor di Dusun Balekambang, RT 06/RW 03, ini terjadi sekitar pukul 15.30, di tengah hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Trawas. ’’Hujan turun sangat deras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gluduk (petir, Red). Setalah saya cek ternyata tembok jalan sudah ambruk,’’ ungkap Supeno, 55, warga setempat, kemarin (26/12).
Dijelaskannya, titik longsor terjadi pada tembok penahan tanah (TPT) jalan perkampungan. Nahas, tebing yang ambrol tersebut langsung menimpa rumah milik adiknya, Paikan, 54, yang bersebelahan dengan tempat tinggalnya. ’’Rumah adik saya langsung rusak tertimpa longsoran tanah,’’ imbuh dia.
Paikan menambahkan, rumah miliknya mengalami kerusakan parah akibat terdampak longsor. Bagian atap hingga dinding permanen ambruk hingga nyaris rata dengan tanah. ’’Rumah saya hancur total,’’ timpalnya. Beruntung, saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah. Karena bangunan tersebut sudah lama dikosongkan setelah Paikan menetap di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Dia berharap tempat tinggalnya bisa mendapatkan bantuan untuk dibangun ulang. Mesti sudah tidak lagi ditempati, namun kondisi rumah sedianya masih layak huni. ’’Bangunan ini kan sebenarnya masih berdiri kukuh dan aman-aman saja sebelum terjadi longsor. Jadi, harapannya bisa ada bantuan untuk diperbaiki lagi,’’ tuturnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebutkan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian longsor untuk melakukan asesmen dan kaji cepat. Menurutnya, objek yang mengalami longsor adalah TPT dan sebagian badan jalan dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang 10 meter.
Bangunan TPT dengan ketinggian 6 meter tersebut mendadak ambruk saat terjadi hujan deras dan langsung menimpa sebuah rumah. ’’Tembok roboh tertimpa fondasi jalan sepanjang 10 meter. Atap genting juga rusak,’’ urainya. Khakim memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Namun, rumah milik Paikan dengan ukuran 14x6 meter hancur tertimpa material longsoran.
Kemarin (26/12), warga bersama unsur relawan melakukan pembersihan puing-puing rumah yang terdampak. Terkait permintaan bantuan perbaikan rumah dan TPT jalan, kata dia, bakal dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Seloliman. ’’Pemdes Seloliman akan mengadakan rapat tindak lanjut,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah