Puncak Kepadatan Lalu Lintas Diprediksi sejak Rabu
KABUPATEN - Puncak kepadatan lalu lintas (lalin) di wilayah Kabupaten Mojokerto diperkirakan berlangsung mulai Rabu (24/12) hingga akhir pekan mendatang. Sejumlah ruas jalan akan diberlakukan rekayasa lalin melalui mekanisme pengalihan arus.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, rekayasa lalin mulai diterapkan di ruas jalan nasional. Kendaraan dari arah Ngoro yang hendak menuju Krian-Surabaya dilakukan pengalihan arus ke jalur alternatif dari simpang tiga Jalan Brawijaya, Kecamatan Pungging.
Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Barang (LLAJ) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Setyo Budi menyebutkan, pengalihan arus merupakan bagian dari rekayasa lalin yang disaiapkan menghadapi masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya tersebut dilakukan saat terjadi kepadatan kendaraan. ’’Penerapannya situasional apabila terjadi kemacetan,’’ ulasnya, Selasa (23/12).
Dikatakannya, rekayasa lalin diberlakukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di wilayah Kota Mojosari. Utamanya yang rawan terjadi kemacetan di simpang tiga Taman Kota maupun simpang tiga Kelenteng Hiap Thian Kiong, Mojosari.
Setyo menyebutkan, skema serupa juga dipersiapkan pada sejumlah titik ruas jalan lainnya selama masa Nataru. Khususnya di sejumlah jalur yang menuju destinasi wisata. ’’Fokus kita di tengah Kota Mojosari dan jalur wisata arah Pacet dan Trawas,’’ tandas dia.
Diperkirakan, puncak kepadatan arus lalin bakal terjadi mulai H-1 Hari Raya Natal hingga akhir pekan mendatang. Selain itu, peningkatan kendaraan juga diprediksi kembali terjadi pada malam tahun baru sampai 1 Januari 2026. ’’Kalau puncaknya arus mudik diperkirakan mulai besok (kemarin, Red) sampai dengan tanggal 28 Desember. Namun, kita akan tetap siaga hingga 2 Januari 2026 nanti,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah