MOJOSARI - Tempat produksi tahu di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, luluh lantak dilalap si jago merah dini hari kemarin (23/12). Selain menghanguskan gudang home industry, kobaran api turut membakar kendaraan roda empat yang berada di dalamnya. Insiden kebakaran awalnya diketahui Senin (22/12) sekitar pukul 23.30. Kobaran api muncul dari tempat produksi tahu milik Sumaji, warga Dusun Sumbersari, Desa Pekukuhan.
Dengan cepat, jilatan api makin membesar dan melahap seisi bangunan pabrik hingga Selasa (23/12) dini hari. ”Tahu-tahu apinya sudah besar. Bangunan terbakar semua,” terang Saiful, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian. Dia mengaku tak mengetahui secara persis asal sumber api. Karena saat terbangun dari tidurnya, dia melihat kobaran api dan asap sudah membumbung di atas atap bangunan. ”Yang terbakar pabrik tahu,” imbuhnya.
Saat kejadian, industri tahu dalam kondisi kosong karena sedang tidak ada kegiatan produksi. Tak lama setelah kejadian, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Mojokerto mengerahkan dua unit armada untuk menjinakkan api. Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Soekamto mengatakan, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena kobaran api sudah membesar. Petugas harus berjibaku sekitar 2,5 jam untuk meredam amukan si jago merah. ”Pada pukul 02.30, api telah berhasil dipadamkan,” paparnya.
Dia memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, jilatan api menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 10x12 meter beserta peralatan produksi serta mobil pikap yang terparkir di dalamnya. ”Yang terbakar tempat usaha tahu dan satu unit mobil,” tutur dia. Terkait dugaan penyebab, Soekamto menyatakan belum dapat menyimpulkan. Demikian dengan dampak kerugian yang juga masih dalam proses pendataan. ”Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah