KABUPATEN - Aktivitas penambangan pasir dan batu di Dusun Penjaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, kian marak. Sejumlah alat berat tampak beroperasi menggali material dari lahan pertanian. Kondisi ini membuat para petani resah karena khawatir memicu longsor.
Muhaimin, salah satu petani setempat, mengungkapkan aktivitas tambang tersebut berada sangat dekat dengan lahan pertanian warga. Kedalaman galian yang ekstrem dinilai dapat mengancam keselamatan maupun keberlanjutan lahan. ’’Petani di sekitar sini khawatir terjadi longsor. Galiannya dalam sekali,’’ ujarnya, kemarin (11/12).
Tak hanya soal risiko longsor, warga juga menyoroti soal penataan dan pengawasan tambang. ’’Di kawasan ini banyak sekali aktivitas penambangan pasir-batu. Saya tidak tahu itu resmi atau ilegal. Yang pasti mereka sewa lahan dan setelah pasir-batu habis, tidak ada reklamasi,’’ tuturnya.
Muhaimin menambahkan, lahan pertanian yang rusak akibat tambang dibiarkan begitu saja tanpa upaya pemulihan. Kondisi tersebut memperburuk kualitas lingkungan dan mengancam produktivitas pertanian jangka panjang. ’’Setelah ditambang, lahan tidak dikembalikan seperti semula. Akhirnya rusak dan tidak bisa dipakai lagi,’’ keluhnya. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah