Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mojokerto Dibayangi Cuaca Ekstrem hingga Pekan Depan, Berpotensi Timbulkan Bencana, BMKG Minta Warga Waspada

Martda Vadetya • Selasa, 9 Desember 2025 | 00:04 WIB

 

AWAN GELAP: Tampak awan hitam memayungi langit Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin (7/12).
AWAN GELAP: Tampak awan hitam memayungi langit Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin (7/12).
MOJOKERTO RAYA - Warga Kota dan Kabupaten Mojokerto tampaknya mesti waspada akan berbagai potensi bencana yang akan datang. Sebab, Mojokerto Raya bakal dibayangi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.

BMKG Juanda memprakirakan, Mojokerto dibayangi cuaca ekstrem kurun 30 November 30 November hingga 9 Desember mendatang.  "Potensi cuaca ekstrem di Mojokerto ini dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi," ujar Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (7/12).

Potensi bencana yang turut menyertai kondisi ini meluputi, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun puting beliung. Andrie menyebutkan, ada berbagai faktor yang memengaruhi potensi cuaca ekstrem ini. Selain memasuki puncak musim hujan, juga adanya fenomena gelombang atmosfer low, Kelvin dan Rossby, hingga atmosfer lokal yang labil dan lembap.

"Sehingga bisa memicu pertimbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga deras," jelasnya. Periode cuaca ekstrem tersebut, bukan tidak mungkin nantinya bakal lebih panjang. BMKG bakal menyesuaikan perkembangan situasi cuaca terkini.

"Sementara dalam periode 10 hari tersebut diprakiraaan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat," imbuh Andrie.

Prakiraan BMKG ini terbukti dari kejadian bencana di wilayah Mojokerto. Salah satunya, cuaca buruk mengakibatkan banjir luapan di Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kamis (4/12) lalu. Akibatnya, dua rumah warga rusak berat pasca diterjang derasnya banjir.

Tak pelak, BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya perubahan cuaca mendadak. Utamanya pada wilayah perbukitan dan pegunungan, seperti Pacet, Gondang, Jatirejo dan Trawas yang dinilai rawan terjadi bencana.

"Juga waspadai minimnya jarak pandang bagi pengguna jalan yang berkendara di tengah cuaca ekstrem," tukas Andrie. (vad/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Bencana hidrometeorologi #cuaca mojokerto #bmkg juanda #cuaca ekstrem