KABUPATEN - Longsornya tebing di jalan raya Dusun Kambengan, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, ditelusuri BPBD Kabupaten Mojokerto. Hasil asesmen menunjukkan, longsor terjadi akibat adanya penambahan tanah uruk di atas tebing.
Hal ini memicu tembok penahan tanah (TPT) di tepi jalan penghubung Pacet-Trawas mendadak ambrol meski Minggu (28/9) sore cuaca sedang cerah.
”Jadi, penyebab longsornya karena ada kegiatan urukan di atas tembok penahan jalan. Tembok yang dibangun swadaya masyarakat ini tidak kuat menahan beban tanah urukan,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, kemarin (29/9).
Dia menjelaskan, TPT berdimensi 8x10 meter yang ambrol dibangun warga sekitar tahun 2016 secara swadaya.
Di atasnya, berdiri dua rumah warga yang hanya berjarak beberapa meter dari tebing. Belum diketahui pasti tujuan penambahan tanah uruk di sekitar rumah warga tersebut.
Kualitas konstruksi yang dinilai kurang memadai membuat tembok ambrol setelah dibangun 9 tahun silam.
Rinaldi menyebut, BPBD merekomendasikan pembangunan revetmen atau TPT yang lebih baik dalam waktu dekat.
Sebab, di tengah cuaca yang tidak menentu saat ini, titik yang sama rawan terjadi longsor susulan. Terlebih, longsor akan berdampak pada jalan kabupaten penghubung Pacet-Trawas.
”Ini bukan terkategori bencana alam longsor, ya. Tetapi, hasil asesmen ini akan kita sampaikan ke bupati hari ini (kemarin, Red) karena butuh penanganan cepat,” ungkapnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi