Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Amirudin Alami Koma, Sopir Masih Diperiksa

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 11 September 2025 | 15:10 WIB

CELAKAI PENGENDARA: Bus Sugeng Rahayu yang terlibat kecelakaan di simpang empat Sekar Putih berada di kantor Dishub Kota Mojokerto, Jalan Raya Bypass, kemarin (10/9).
CELAKAI PENGENDARA: Bus Sugeng Rahayu yang terlibat kecelakaan di simpang empat Sekar Putih berada di kantor Dishub Kota Mojokerto, Jalan Raya Bypass, kemarin (10/9).
 

 

 

 KOTA - Mahmud Amirudin, 32, masih terbaring koma setelah menjalani operasi pendarahan otak di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, kemarin (10/9). Sehari sebelumnya, kurir ekspedisi itu ditabrak Bus Sugeng Rahayu yang menerobos lampu merah di simpang empat Sekar Putih, Jalan Bypass. Kini armada tersebut dikandangkan, sedangkan si sopir diperiksa polisi.

Kecelakaan pada Selasa (9/9) itu terjadi sekira pukul 13.30. Korban awalnya melaju dari Jalan Empunala menuju arah timur atau Mojoanyar mengendarai motor Honda Beat warna putih. Warga Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, itu diketahui bekerja sebagai kurir SiCepat Ekspres Mojokerto.

Saat menyeberang Bypass setelah lampu menyala hijau, dari kiri atau arah Surabaya tiba-tiba muncul bus bernopol W 7379 UZ. Sugeng Rahayu dengan rute Surabaya-Solo-Semarang itu harusnya berhenti karena lampu sedang merah, namun diduga nekat menerobos.

’’Pas bus-nya ngeblong (menerobos lampu merah) mungkin korban tidak sadar karena terhalang pengendara lain atau bagaimana karena yang lain berhenti, lha korban ini bablas,’’ kata Iwan Santoso, rekan kerja korban, kemarin (10/9).

Kerasnya tabrakan membuat Amirudin mengalami cedera parah di bagian kepala. Insiden itu sempat diwarnai keributan. Penyebabnya, sopir bus yang berinisial KMR, laki-laki 29 tahun, warga Karangjati, Ngawi, disebut hendak kabur. Pengendara lain segera menyetop laju bus dan meminta si sopir keluar dari kemudi.

’’Sopir bus dikepung karena mau kabur setelah berhenti sebentar terus bleyer-bleyer mau tancap gas,’’ imbuhnya. Kericuhan di jalan nasional itu sempat viral. Dari rekaman kamera warga, terlihat kaca bus dipukul. KMR juga dibawa ke pos polisi setempat sambil dipiting warga. Si sopir sempat mendapat pukulan sebelum akhirnya polisi bertindak mengamankannya ke dalam pos.

 

Iwan menyatakan, Amirudin dievakuasi ke RSUD dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Selasa malam korban menjalani operasi pendarahan otak karena tempurung kepalanya retak. Hingga kemarin, korban masih dalam keadaan tidak sadar. ’’Sekarang masih koma, semalam menjalani operasi,’’ jelasnya.

Kasus kecelakaan tersebut kini tengah ditangani Unitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota. Bus Sugeng Rahayu sementara ini ditahan polisi dengan dititipkan di kantor Dishub Kota Mojokerto. Jejak tabrakan terlihat dari kondisi bemper depan bus sebelah kanan yang rusak. Kaca bus juga retak di dua titik usai ditimpuk warga. Adapun si sopir masih menjalani pemeriksaan oleh polisi. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pendarahan otak #Laka Bus #rsud kota mojokerto #kurir ekspedisi #Bus ngeblong #laka lantas #Bus Sugeng Rahayu