Diduga Akibat Korsleting Listrik, Warga Urunan Bangun Lagi
TROWULAN - Kebakaran hebat meludeskan rumah bambu milik Sofi’i, 71, warga Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kamis (24/7) malam. Insiden yang turut menghanguskan dua unit motor itu diduga akibat korsleting listrik.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00. Dua unit damkar langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang telah berkobar hebat. ’’Bangunan rumah seluas 5x6 meter persegi ludes rata tanah, ada juga 2 motor dan 1 sepeda yang ikut terbakar,’’ jelas Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto, kemarin (25/7).
Sukamto menyatakan, proses pemadaman memakan waktu lebih dua jam. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. ’’Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik,’’ imbuhnya.
Sekretaris Desa Watesumpak Dadang Dwi Ardyanto menjelaskan, Sofi'i sehari-hari bekerja sebagai pengepul rongsokan. Lansia duda itu menghidupi seorang anak dan dua cucunya yang masih sekolah. Mereka berempat tinggal di rumah berbahan bambu yang berada di belakang permukiman dekat rerimbun bambu. ’’Saat kejadian penghuni di rumah semua, Pak Sofi'i sedang sakit demam,’’ ujarnya, kemarin (25/7).
Para penghuni bisa menyelamatkan diri dari kebakaran. Namun, tempat tinggal mereka ludes. Termasuk dua unit motor jenis Megapro yang terparkir di dalam rumah dan sebuah sepeda ontel. ’’Itu motor bosnya yang dititipkan, kalau motor Pak Sofi’i sendiri yang biasa dipakai cari rongsokan aman karena di luar rumah,’’ tandas dia.
Menurut Dadang, Sofi’i menyimpan barang bekas yang dikumpulkan di rumah tersebut. Lansia duda ini juga memiliki kebiasaan merangkai kabel sendiri untuk instalasi listrik rumahnya. Malam itu, diduga sambungan kabel mengalami korslet hingga akhirnya memicu kebakaran hebat. ’’Dia itu menyambung kabel-kabel sendiri pakai plastik,’’ imbuhnya.
Dadang menyebut insiden serupa pernah terjadi tahun lalu. Saat itu percikan api yang muncul akibat arus pendek berhasil dipadamkan bersama warga sehingga tak sampai memicu kebakaran besar.
Kini, Sofi’i dan keluarga mengungsi ke rumah tetangga. Dadang menyatakan warga bakal bergotong royong dan urunan untuk membangun kembali rumah kakek tersebut. Pemerintah desa, lanjutnya, juga bersurat ke Pemkab Mojokerto untuk meminta bantuan. ’’Kami gugur gunung bangun rumah kayak gitu lagi, semi permanen lah karena itu memang tanahnya sendiri,’’ tutur dia. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi