Sepekan Dirawat, Korban Tak Selamat
KOTA – JP, 41, warga Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, meninggal setelah sepekan menjalani perawatan di rumah sakit, Selasa (15/7) sore. Ayah dua anak itu sebelumnya nekat membakar dirinya sendiri menggunakan bensin pada Rabu (9/7) lalu.
Kabar ini dibenarkan Bachtiar, salah satu tetangga korban. Menurutnya, jenazah korban langsung dimakamkan pada Selasa malam setelah pulang dari RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. ”Yang bersangkutan meninggal di rumah sakit setelah dirawat sejak hari kejadian itu,” jelasnya, kemarin (16/7).
JP selama ini dirawat di ruang IGD. Dia mengalami luka bakar di hampir sekujur badan. Kedua tangan, satu kaki, dan perutnya melepuh. Luka tersebut rupanya cukup parah, meskipun korban masih sadar sesaat setelah kejadian dan dibawa ke rumah sakit. Namun nahas, setelah delapan hari dirawat, nyawa JP tetap tak tertolong.
Saat masih menjalani perawatan, menurut Bachtiar, korban sempat hendak dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Hanya saja rencana itu tak terwujud. Adapun selama di rumah sakit, biaya perawatan JP ditanggung Baznas. ”Karena kalau bunuh diri itu kan tidak ter-cover BPJS,” ucapnya.
Sebelumnya, JP, 41, nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan membakar dirinya. Aksi pada Rabu (9/7) sekitar pukul 12.00 itu dilakukan korban di area belakang rumahnya. Dia seketika menyiramkam bensin dari botol ke tubuhnya lalu memantiknya dengan korek api.
Perbuatan JP sempat dicegah ibu mertuanya, SW, yang sedang memasak. Perempuan ini juga sempat menyiram korban dengan air hingga akhirnya terkapar di lantai. Pria yang sehari-hari membuka angkringan di bilangan jogging track (JT) itu berusaha mengakhiri hidup karena diduga bertengkar dengan istrinya, FN, 38, akibat masalah ekonomi. Selama berumah tangga keduanya dikarunia dua putra, masing-masing berusia umur 15 dan 7 tahun. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi