MOJOANYAR - Aksi nekat Sie Yusafat Romadhona, 21, nyemplung Sungai Brantas dari Dam Rolak Songo menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi, perbuatan tak patut ditiru itu terjadi diduga dipicu depresi yang dialami korban karena ditinggal sang pacar nikah.
Kapolsek Mojoanyar Iptu Rizal Arisman menerangkan, kondisi psikis pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo, itu mengalami gangguan sejak sekitar setahun terakhir. Hal tersebut diutarakan keluarga korban sendiri pada kepolisian saat pencarian korban masih berlangsung. ’’Keterangan dari pihak keluarga, korban sudah lama mengalami depresi karena ditinggal nikah pacarnya,’’ ungkapnya, kemarin.
Yusafat sebelumnya bahkan sempat menjalani perawatan di RSJ Menur Surabaya. Seiring berjalannya waktu, lanjut Rizal, korban dinyatakan sehat oleh tim medis. Tetapi, belakangan kondisi kejiwaan Yusafat kembali tidak stabil hingga peristiwa nahas di pintu air Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar pada Rabu (2/7) sore itu terjadi. ’’Pernah dimasukkan ke RSJ Menur Surabaya. Salah satunya, karena sering ngomong-ngomong sendiri,’’ bebernya.
Diberitakan sebelumnya, pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo itu akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan tak bernyawa mengambang di aliran Sungai Brantas bawah jembatan kereta api Keling, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, sekitar pukul 05.30, Jumat (4/7). Itu setelah Yusafat nekat melompat dari Dam Rolak Songo nyemplung ke kali pada Rabu (2/7) sore.
Sebelum melakukan aksi tak patut ditiru itu, korban sempat menitipkan motor yang dikendarainya pada seorang supeltas di lokasi. Peristiwa inipun membuat warga geger. Terlebih, aksi serupa sudah berulang kali terjadi di Dam Rolak Songo. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi