- Rel Atas Underpass Dipasang Pagar Berduri
KOTA - Syifa Adelia, siswi kelas 6 SDN Balongsari 3 tewas tertabrak Kereta Api (KA) Sancaka relasai Jogjakarta-Surabaya di atas underpass Jalan Benteng Pancasila (Benpas), Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin (27/5) sekitar pukul 10.13. Wali Kota Ika Puspitasari menyatakan akses di atas terowongan itu akan ditutup pagar berduri untuk mencegah kejadian serupa.
Insiden itu dialami belia asal Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, saat perjalanan pulang sekolah. Dia menyeberang dari arah utara atau Jalan Benpas ke Lingkungan Tropodo. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, korban semula berboncengan sepeda ondel dengan seorang temannya dari sekolahnya di Jalan Gajah Mada.
Setiba di underpass, Syifa turun dan memilih jalan kaki lewat rel double-track railway. Sedangkan temannya tetap melintasi terowongan dengan sepeda. Nahas, dari arah barat, KA Sancaka datang dan korban seketika tertemper. Peristiwa tersebut seperti petir di siang hari. Saat kejadian berlangsung tidak sengaja sang ayah, Sujito, melintasi underpass. Karena ada kerumunan warga, dia pun penasaran dan memilih menuju lokasi kejadian perkara (TKP).
Tidak disangka, korban yang tergeletak di antara double-track railway tersebut adalah putrinya sendiri. Sujito lantas mendekati bahkan mengangkat jasad Syifa yang mengalami luka serius di bagian kepala. Sebelumnya akhirnya petugas kepolisian dan relawan datang membantu mengevakuasi dengan membawa jasad korban ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.
Tak lama berselang, sang ibu, Widorini juga mendatangi TKP. Mengetahui putrinya meregang nyawa, Widorini seketika pingsan dan turut dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans. ”(Apakah korban tidak mendengar ada kereta api?) itu yang tidak paham, yang jelas kalau dia dengar mungkin berhenti,” ungkap Kanitpidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Sugiarto di lokasi.
Benturan keras menyebabkan korban meninggal seketika dengan posisi tergeletak di antara dua jalur rel. Bocah 13 tahun itu masih mengenakan pakaian seragam sekolah lengkap putih merah, dan tas warna pink. Jasadnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan, usai kejadian ini, pemkot bakal menutup akses di atas underpass dengan memasang pagar besi berduri. ”Dengan kejadian ini kami langsung menugaskan jajaran untuk melakukan cek lokasi dan besok (hari ini, Red) akan segera dilakukan pemagaran kawat beduri,” tuturnya saat bertakziah ke rumah duka, kemarin sore.
Pemagaran, lanjut Ning Ita, dilakukan di kedua arah. Baik dari sisi utara maupun selatan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah munculnya kembali korban di jalur rel ganda tersebut. ”Semoga tidak terulang kembali seperti ini di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada 31 Maret 2024 lalu, Agus Eko Saptanto, 41, tewas tersambar KA Commuter Line Dhoho jurusan Surabaya-Blitar-Malang di perlintasan underpass rel Jalan Benpas. Pengamen asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, tersebut tewas seketika dengan luka parah di sebagian tubuhnya. Malam itu, korban diduga tak mengetahui adanya kereta yang melintas dari arah timur saat menyeberangi rel ganda dari arah utara. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi