Kejadian tersebut sempat membuat para pengasuhnya bingung. Anak-anak yang masih belia itu tak paham bagaimana cara mencabut dan memutar kunci saat dipandu dari luar kamar. Sebab, mereka pun kemungkinan juga tak mengerti bagaimana pintunya bisa sampai terkunci.
Pengasuh sempat menghubungi tukang kunci. Namun, karena pertimbangan biaya yang lumayan mahal, mereka memutuskan untuk meminta bantuan ke call center 112. Oleh layanan ini, laporan kemudian diteruskan ke damkar. ’’Kami menerima laporan pukul 10.17, lalu satu regu diterjunkan ke lokasi,’’ kata Kepala UPTD Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno, kemarin.
Berbekal alat-alat yang dibawa, empat petugas langsung melakukan evakuasi. Awalnya kunci coba digapai dari ventilasi atas pintu, namun tak bisa. Satu-satunya cara, terpaksa pintu harus dijebol. Bodi kunci dilepas lalu pengaitnya dicongkel menggunakan linggis. Dibantu sedikit dorongan, pintu akhirnya terbuka. ’’Anak-anak yang di dalam tidak apa-apa, mereka teriak gembira pas pintunya berhasil dibuka,’’ imbuh Joko.
Menurutnya proses evakuasi ini memakan waktu tak lebih dari setengah jam. Pintu dapat kembali terbuka dan pemilik daycare tak perlu beli kunci baru. Joko mengungkapkan tak sekali ini saja damkar menerima laporan warga terkunci.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya sudah empat kali permintaan bantuan membuka pintu yang macet. Dari pintu kamar mandi, kamar tidur, hingga pertokoan. ’’Rata-rata terkunci tak sengaja, ada yang harus dicongkel tetapi ada yang bisa dibuka tanpa dirusak,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi